Plasenta Previa: 6 Hal Penting Untuk Menghindari Pendarahan

Plasenta Previa pada Ibu Hamil

Plasenta previa merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang meresahkan ibu hamil. Hal ini dikarenakan posisi plasenta ada di bagian bawah rahim. Akibatnya, sebagian atau seluruh leher rahim tertutup dan menutup jalan lahir. 

Normalnya, plasenta atau ari – ari, berada di bawah rahim selama awal kehamilan dan akan bergerak ke atas seiring bertambahnya usia kehamilan. Namun, komplikasi ini membuat plasenta tidak bergerak sama sekali dari bawah rahim sampai menjelang waktu persalinan. Ibu yang mengalami kondisi ini terpaksa melahirkan dengan cara operasi sesar. 

Khawatir dan takut adalah respon yang normal ketika Ibu mengalami kondisi ini. Kali ini, BukuBumil akan membantu menjelaskan hal-hal yang perlu Ibu ketahui tentang plasenta previa! 

Karakteristik Plasenta Previa

  1. Gejala: pendarahan di vagina, biasanya tidak sakit, dan terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu. Terkadang, muncul flek sebelum pendarahan hebat. Selain itu, tanda Ibu mengalami plasenta previa, ialah kram atau nyeri hebat pada kandungan, pendarahan setelah berhubungan badan, atau pendarahan selama trimester kedua.
  1. Faktor risiko: beberapa hal ini kemungkinan meningkatkan risiko mengalami plasenta previa, yaitu bukan kehamilan pertama, riwayat plasenta previa sebelumnya, usia Ibu lebih dari 35 tahun, fertilisasi in vitro, bentuk rahim yang tidak normal, mengandung bayi kembar, posisi janin tidak normal atau sungsang, riwayat operasi pada rahim—seperti kuret—merokok, atau mengkonsumsi narkoba. 
  1. Diagnosis: penegakan diagnosis kondisi ini dilakukan dengan menggunakan ultrasound (USG), baik selama pemeriksaan prenatal rutin atau saat terjadi pendarahan. Pemeriksaan saat terjadi pendarahan mungkin memerlukan kombinasi ultrasound abdomen dan transvaginal secara bersamaan, yang akan dilakukan dengan hati-hati agar tidak semakin parah pendarahannya  atau mengganggu plasenta. 
  1. Komplikasi: risiko terjadinya komplikasi bisa terjadi, sehingga dokter akan memantau dan berusaha menguranginya. Komplikasi yang mungkin terjadi, ialah pendarahan hebat selama kehamilan, persalinan, atau sesudah persalinan; kelahiran prematur karena ada potensi Ibu harus persalinan sebelum waktunya; spektrum plasenta akreta, yaitu saat plasenta tumbuh ke dalam melalui dinding rahim

Baca Juga 7 Kebiasaan yang Efektif Mencegah Melasma Saat Hamil

Tipe Plasenta Previa

Tipe Plasenta Previa

Terdapat beberapa jenis, yaitu: 

  • Totalis, yaitu jalan lahir bayi tertutup seluruhnya sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan secara normal
  • Parsial, yaitu plasenta menutupi sebagian jalan lahir. Kondisi ini pun masih sulit melakukan persalinan normal karena berisiko tinggi terjadi pendarahan
  • Marginalis. Kondisi ini tidak menutup jalan lahir karena yang tertutup hanya bagian tepi dalam jalan lahir. Tetapi, risiko pendarahan masih ada ya, Bu.
  • Low-lying plasenta, dimana letak plasenta terletak rendah hanya berjarak beberapa sentimeter atau milimeter dari jalan lahir. Meski terdengar tidak nyaman, tapi memungkinkan saja Ibu bisa bersalin secara normal.

Perkembangan Janin dengan Plasenta Previa

Kejadian bayi cacat lahir karena kondisi ini terhitung sangat langka. Namun, ada kemungkinan meningkatkan risiko kelahiran prematur bila dokter sudah menentukan waktu kelahiran sebelum minggu ke-36. kelahiran prematur dapat menyebabkan komplikasi kesehatan pada bayi, seperti berat badan bayi lahir rendah (BBLR) dan masalah pernapasan. 

Pantangan Ibu Hamil dengan Plasenta Previa

Pendarahan
Pendarahan

Hal penting yang sebaiknya dijaga oleh Ibu dengan kondisi ini adalah menghindari terjadinya pendarahan sebelum persalinan. Oleh karena itu, Ibu sebaiknya menghindari hal-hal berikut: 

  1. Melakukan hubungan badan. Aktivitas ini dapat memicu pendarahan hebat 
  2. Penetrasi vagina, atau pemeriksaan dari vagina 
  3. Bersikeras melahirkan secara normal. Bila dipaksa padahal kondisi tidak memungkinkan, akan menyebabkan pendarahan hebat pada saat persalinan
  4. Olahraga aerobik, jalan cepat, dan aktivitas yang terlalu berat
  5. Melakukan perjalanan jauh saat usia kehamilan tua 
  6. Posisi tidur telentang, apalagi tengkurap. Posisi tengkurap dapat menekan ari-ari Ibu, dan menekan aorta 

Baca Juga 5 Langkah Senam Kegel Setelah Melahirkan Untuk Mengencangkan Miss V

Adakah Solusi Mengatasi Plasenta Previa? 

Penanganan kondisi ini adalah menjaga kesehatan Ibu dan janin tetap aman sampai menjelang persalinan. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, usaha yang dilakukan adalah menjaga agar pendarahan tidak berkepanjangan. Pengobatan pun dilakukan setelah meninjau usia kehamilan ibu, seberapa parah pendarahan, serta kesehatan Ibu dan bayi. 

Apabila usia kehamilan Ibu masih muda dan tidak memiliki gejala, mungkin tidak memerlukan penanganan khusus. Tapi, dokter tetap akan menjadwalkan USG lanjutan untuk memastikan kondisi kehamilan tetap normal.

Jika pendarahan yang terjadi dan ternyata disebabkan plasenta previa, Ibu perlu pemantauan intens di rumah sakit. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan Ibu dan bayi dalam keadaan baik, dokter akan melakukan penanganan agar kehamilan tetap bisa dipertahankan hingga waktu persalinan. 

Saat pendarahan terjadi dan jumlahnya sangat banyak, Ibu akan memerlukan transfusi darah. Selain memberikan transfusi darah, dokter juga akan memberikan obat kortikosteroid untuk membantu perkembangan paru-paru bayi dan organ lainnya. Tindakan ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan Ibu harus melakukan persalinan prematur. 

Terlepas dari usia kehamilan Ibu, operasi sesar akan diperlukan ketika terjadi pendarahan berat yang dapat membahayakan nyawa, atau jika Ibu dan bayi mengalami komplikasi.

Pertanyaan Yang Dapat Diajukan kepada Dokter

Konsultasi dengan Dokter
Konsultasi dengan Dokter

Ibu dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai keadaan kondisi ini. Alangkah baiknya bila bersikap aktif menanyakan berbagai hal tentang plasenta previa kepada dokter. Dokter akan menjawab dan menjelaskan hal yang ingin Ibu ketahui. Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan, yaitu: 

  • Apakah nyawa bayi dalam bahaya karena kondisi ini? ataukah nyawa ibu yang dalam bahaya? atau keduanya?
  • Apa saja pilihan pengobatan untuk keadaan saya? 
  • Bagaimana cara saya mengetahui kondisi plasenta previa sudah tidak terjadi lagi?
  • Apa potensi komplikasi yang lain saat mengalami plasenta previa? 
  • Kapan saya perlu melakukan tes USG lanjutan?
  • Apa tanda situasi berbahaya yang harus saya waspadai dan memerlukan saya harus segera ke rumah sakit? 

Kondisi plasenta previa memang membuat resah ibu hamil. Ibu perlu berhati-hati di setiap saat agar tidak terjadi pendarahan. Usahakan agar Ibu tetap mengonsumsi makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, dan jangan stress, yaa!

Baca Juga 3 Cara Mengatasi Ambeien Saat Hamil

Referensi 

Related Posts

Comments

Stay Connected

spot_img

Recent Stories