3 Cara Mengatasi Ambeien Saat Hamil

Ambeien Saat Hamil
Ambeien Saat Hamil
Ambeien Saat Hamil

Banyak perubahan yang terjadi selama kehamilan, seperti perubahan fisik, psikologis, dan hormon. Perubahan tersebut menimbulkan berbagai macam gangguan saat hamil. Salah satu yang biasanya Ibu alami adalah wasir atau ambeien. Sebanyak 3-4 dari 10 ibu hamil mengalami ambeien. 

Ambeien atau istilah medisnya hemoroid adalah pembengkakan akibat membesarnya pembuluh darah di dalam atau di sekitar bagian rektum dan anus. Siapapun dapat mengalami ambeien, tetapi ibu hamil berisiko lebih tinggi mengalaminya karena adanya tekanan dari janin dan peningkatan aliran darah. Lalu, apa saja gejala dan bagaimana cara mengatasi ambeien saat hamil? Yuk, simak artikel di bawah ini, Bun!

Penyebab Ambeien Saat Hamil

Sebelum kita membahas tentang gejala ambeien, Ibu perlu tahu lebih lanjut tentang penyebab ambeien saat hamil. Ambeien muncul ketika adanya tekanan di area panggul dan saluran pencernaan bagian bawah (usus). Tekanan tersebut membuat anus bengkak akibat pembuluh darah membesar. Berikut penyebab munculnya tekanan tersebut:

  1. Perkembangan Janin

Janin yang sedang tumbuh dan berkembang memberi tekanan pada area panggul dan anus sehingga proses mengalirkan darah ke seluruh tubuh menjadi terhambat. Darah yang lama-lama menumpuk akan membengkak di dalam pembuluh darah.

  1. Peningkatan volume darah

Volume darah yang dibutuhkan selama kehamilan akan bertambah untuk membantu pertumbuhan janin sehingga pembuluh darah bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

  1. Konstipasi atau sembelit saat hamil

Sembelit atau sulit buang air besar saat hamil disebabkan karena sisa makanan yang tidak berubah menjadi tinja/feses tetapi mengeras di usus. Perubahan hormon dalam tubuh Ibu memperlambat proses pencernaan sehingga sisa makanan menumpuk di usus dan menekan pembuluh darah di anus yang menyebabkan ambeien.

Kapan Ambeien Saat Hamil Muncul?

Biasanya ambeien terjadi pada masa trimester kedua dan ketiga kehamilan. Beberapa Ibu khawatir hal itu akan mengganggu perkembangan janin mereka, tetapi belum ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa ambeien saat hamil membahayakan janin. Namun, proses mengejan atau mendorong bayi keluar saat persalinan dapat memperburuk ambeien. Jadi, konsultasikan kepada dokter atau penyedia layanan kesehatan jika Ibu mengalami ambeien.

Gejala Ambeien Saat Hamil

Gejala ambeien bisa terjadi di dalam maupun luar tubuh. Pada ambeien yang bersifat internal atau yang terjadi di dalam rektum, umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi dapat menyebabkan pendarahan ringan sedangkan ambeien yang terjadi di permukaan rektum ditandai dengan pendarahan, nyeri, dan gatal-gatal. Berikut gejala ambeien secara umum:

  1. Rasa sakit saat buang air besar dan keluarnya lendir
  2. Gatal, sakit, nyeri, atau bengkak di sekitar anus
  3. Benjolan yang menggantung di luar anus
  4. Berdarah (berwarna merah cerah) setelah buang air besar

Meskipun gejalanya membuat tidak nyaman, Ibu tidak perlu khawatir karena ambeien akan menghilang dalam waktu beberapa minggu setelah melahirkan.

Bagaimana Cara Mengatasi Ambeien Saat Hamil?

Cara Mengatasi Ambeien Saat Hamil
Cara Mengatasi Ambeien Saat Hamil

Meskipun ambeien saat hamil sulit dicegah, Ibu dapat menerapkan kebiasaan baik untuk mengurangi kemungkinan sembelit, seperti konsumsi makanan kaya serat, minum air yang cukup setiap harinya, dan latihan kegel agar sirkulasi darah di anus lancar. Selain itu, terdapat beberapa cara untuk mengatasi ambeien, yaitu:

  1. Mengobati sembelit

Gerakan usus yang teratur dapat mengurangi tekanan pada wasir. Oleh karenanya, semakin sedikit Ibu mengejan di toilet, semakin sedikit tekanan yang terjadi pada pembuluh darah. Berikut hal-hal yang dapat dilakukan:

  • Makan 25-30 gram serat setiap hari, serat dapat diperoleh dari buah pisang, mangga, pepaya, pir, apel, dan nanas.
  • Minum air putih 8-12 gelas
  • Minum obat pencahar, tetapi konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu
  1. Menggunakan obat yang dapat dibuat sendiri

Ibu dapat mencoba beberapa pengobatan rumah untuk ambeien agar mengurangi rasa gatal atau perih yang dirasakan. Pengobatan tersebut antara lain:

  • Oleskan lidah buaya atau minyak kelapa murni untuk mengurangi rasa sakit  ringan
  • Oleskan soda kue basah atau kering ke area wasir untuk mengurangi rasa gatal
  • Rendam tubuh Ibu di bak mandi atau kompres daerah ambeien dengan air hangat selama 10-20 menit
  1. Kurangi tekanan aliran darah pada tubuh

Tekanan akibat pertumbuhan dan perkembangan janin tentunya tidak dapat Ibu hindari, tetapi ada kebiasaan yang dapat dilakukan untuk mengurangi tekanan tersebut, yaitu:

  1. Jangan berdiri atau duduk terlalu lama
  2. Berbaring pada posisi miring untuk menghilangkan tekanan dari area panggul dan usus
  3. Saat duduk, gunakan bantal bulat seperti donat agar pantat dan tulang ekor sama-sama menopang berat tubuh dan tekanan pada anus berkurang.
  4. Jangan mengejan atau duduk berlama-lama di toilet saat Ibu kesulitan buang air besar

Jika ambeien tidak kunjung sembuh dan semakin parah, Ibu dapat segera menghubungi penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Waktu yang Tepat Menghubungi Penyedia Layanan Kesehatan

Waktu yang Tepat Menghubungi Penyedia Layanan Kesehatan
Waktu yang Tepat Menghubungi Penyedia Layanan Kesehatan

Berikut beberapa tanda yang mengharuskan Ibu segera pergi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan:

  1. Pastikan pendarahan yang terjadi ketika buang air besar adalah akibat ambeien, karena penyebab pendarahan lainnya bisa jadi membahayakan kehamilan Ibu
  2. Rasa sakit di daerah anus yang telah diobati tidak kunjung membaik
  3. Ketika Ibu ingin mencoba mengobati wasir menggunakan obat yang dijual bebas, suplemen, atau pelunak tinja

Itu dia hal-hal yang perlu Ibu ketahui tentang ambeien saat hamil. Beberapa Ibu mungkin mengalami ambeien untuk pertama kalinya sedangkan yang lain sudah pernah menghadapinya sebelum kehamilan. Namun, jangan khawatir karena ambeien saat hamil tidak memengaruhi kesehatan calon buah hati. Ibu dapat mengatasinya dengan mengonsumsi makanan berserat tinggi, minum air putih yang cukup, dan berolahraga. Yuk, Bun, bagikan artikel ini dengan ibu hamil lainnya!

Referensi: