Wajib Tahu! 4 Hal yang Harus Disiapkan sebelum Program KB

Potret Keluarga Berencana (KB) (sumber: depositphotos)

Apakah Ibu dan Ayah berencana untuk memulai Program Keluarga Berencana (KB)? Sebelum program KB, ada beberapa hal penting yang harus disiapkan agar dapat menjalani program KB dengan sukses dan terhindar dari risiko yang tidak diinginkan. Nah, dalam artikel ini, BukuBumil akan membahas beberapa hal yang harus disiapkan sebelum program KB. Dengan mengetahui hal-hal ini, Ibu dan pasangan dapat mempersiapkan diri secara optimal dan memastikan bahwa program KB berjalan dengan sukses. Jadi, jangan lewatkan artikel ini ya, Bu!

Sekilas Tentang Program Keluarga Berencana (KB)

Ilustrasi program KB nasional (sumber: depositphotos)

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan program nasional yang dirancang oleh pemerintah dengan tujuan untuk menekan angka kelahiran dan mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui pemberian informasi, layanan, dan dukungan bagi pasangan untuk memilih metode dan alat kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan. 

Salah satu wujud implementasi dari program KB ini adalah penggunaan alat kontrasepsi untuk menunda atau mencegah kehamilan. Dengan demikian, program KB memberikan Ibu dan Ayah kendali dalam merencanakan keluarga.

Baca juga: Hamil setelah Berhenti KB? Lakukan 4 Kunci Ini!

Hal yang Harus Disiapkan sebelum Program KB

Sebelum program KB, ada beberapa hal penting yang perlu Ibu dan Ayah siapkan. Persiapan ini akan membantu Ibu dan Ayah menjalani program KB dengan lebih siap dan terencana. Dengan mempersiapkan hal-hal tersebut, Ibu dan Ayah juga dapat memastikan kelancaran dan keberhasilan program KB yang akan diikuti. Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang harus disiapkan sebelum program KB: 

1. Pahami Tujuan Program KB bagi Keluarga

Ilustrasi pahami tujuan KB bagi keluarga sebelum program KB( sumber: depositphotos)

Memahami tujuan program KB merupakan langkah awal yang penting dalam menjalani program ini dengan efektif. Program KB dirancang agar keluarga dapat merencanakan pertumbuhan keluarga secara mandiri. Berikut beberapa tujuan program KB yang dapat dijadikan pertimbangan sebelum program KB: 

  • Mengendalikan jarak kehamilan. Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), jarak ideal antara kehamilan berikutnya dengan persalinan sebelumnya adalah 3 tahun. 
  • Merencanakan ukuran keluarga yang ideal. Menurut BKKBN, ukuran keluarga ideal adalah dengan Ayah, Ibu, dan 2 orang anak. 
  • Melindungi kesehatan Ibu dan anak. 
  • Meningkatkan kualitas hidup keluarga secara keseluruhan. 

Dengan pemahaman yang baik terhadap tujuan program KB, maka keluarga dapat merencanakan pertumbuhan keluarga dengan bijaksana serta mempertimbangkan faktor ekonomi, sosial, dan psikologis yang memengaruhi kualitas hidup. 

Baca juga: 9 Efek setelah Persalinan Normal yang Tidak Boleh Diabaikan!

2. Kenali Kebutuhan Diri dan Pasangan

Ilustrasi mengenal kebutuhan diri dan pasangan (sumber: depositphotos)

Sebelum program KB, Ibu dan Ayah dapat mendiskusikan kebutuhan diri satu sama lain untuk mencapai kesepakatan bersama. Metode kontrasepsi terbaik adalah yang aman, nyaman, dan dapat digunakan secara benar dan konsisten. Preferensi Ibu dan Ayah terhadap metode kontrasepsi dapat berubah seiring waktu dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu:

  • Usia, 
  • Kondisi kesehatan,
  • Jumlah anak yang diinginkan, 
  • Waktu yang diinginkan untuk memulai program hamil,
  • Seberapa sering berhubungan seks, 
  • Kenyamanan pasangan, dan 
  • Keyakinan agama. 

Mengenal kebutuhan pasangan secara jujur adalah bagian penting dalam proses pengambilan keputusan untuk memilih metode kontrasepsi yang tepat. 

Baca juga: 7 Jenis Check Up Lengkap Sebelum Program Hamil

3. Cari Tahu Lebih Banyak Seputar Metode Kontrasepsi

Ilustrasi mencari tahu lebih banyak tentang metode kontrasepsi sebelum program KB (sumber: depositphotos)

Hal yang harus harus disiapkan selanjutnya, adalah mengetahui lebih banyak tentang metode kontrasepsi sebagai langkah yang harus dilalui untuk mematangkan rencana sebelum program KB. Dengan pemahaman yang baik tentang metode kontrasepsi, Ibu dan pasangan dapat membuat keputusan yang lebih cerdas dan sesuai dengan kebutuhan. Beberapa informasi yang perlu diketahui seputar metode kontrasepsi, meliputi:

  • Cara kerja dari metode kontrasepsi

Berbagai jenis metode kontrasepsi bekerja dengan cara yang berbeda. Metode kontrasepsi dapat mencegah sperma mencapai sel telur, merusak sperma, atau mencegah pelepasan sel telur setiap bulan. Ada juga metode kontrasepsi yang mengubah lapisan rahim agar sel telur yang telah dibuahi tidak dapat menempel pada rahim atau menebalkan lendir serviks sehingga sperma sulit melewatinya. 

  • Efektivitas metode kontrasepsi

Agar efektif, setiap metode kontrasepsi harus digunakan secara konsisten dan benar. Beberapa kontrasepsi, seperti IUD (intrauterine device)—Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR)—implan, dan sterilisasi, memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Namun, metode yang memerlukan pemantauan kesuburan atau abstinensi periodik cenderung memiliki tingkat keberhasilan yang lebih rendah. 

Baca juga: Kanker Serviks pada Masa Kehamilan? Cegah dengan 5 Cara Ini!

  • Dapatkah mengubah metode kontrasepsi?

Penting untuk memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan keluarga. Jika berencana untuk segera hamil, maka Ibu dan Ayah dapat memilih metode yang dapat dihentikan dengan mudah, seperti kontrasepsi hormonal jangka pendek atau penghalang, seperti kondom. Namun, apabila ingin mencegah kehamilan dalam jangka waktu yang lebih lama, pertimbangkan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang, seperti IUD. Di sisi lain, jika sudah yakin untuk tidak ingin memiliki anak di masa depan, maka pilihlah metode kontrasepsi permanen, seperti sterilisasi. Pastikan untuk menyesuaikan pilihan metode kontrasepsi dengan tahapan hidup yang akan Ibu dan Ayah hadapi. 

  • Apakah metode kontrasepsi mudah digunakan dan biayanya terjangkau?

Pilihlah jenis kontrasepsi yang sesuai dengan gaya hidup. Bagi sebagian orang, kontrasepsi yang praktis adalah yang mudah digunakan, tidak memiliki efek samping yang mengganggu, atau tidak mengganggu kenyamanan seksual. Namun, bagi yang lain, praktis berarti tidak memerlukan resep dokter. Oleh sebab itu, saat memilih kontrasepsi, pertimbangkanlah perencanaan keluarga di masa depan dan kenyamanan penggunaannya. 

Beberapa metode kontrasepsi memiliki biaya yang terjangkau, sementara ada juga yang membutuhkan biaya yang lebih mahal. Penting bagi Ibu dan Ayah untuk mempertimbangkan biaya tersebut sebelum membuat keputusan. 

  • Efek samping metode kontrasepsi tersebut

Perhatikan sejauh mana Ibu dan Ayah toleran terhadap efek samping terkait dengan penggunaan metode kontrasepsi tertentu. Beberapa metode memiliki lebih banyak efek samping—bahkan ada yang memiliki risiko serius—daripada yang lain. Diskusikan kondisi kesehatan Ibu dan Ayah dengan dokter dan mintalah rekomendasi metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi kesehatan tersebut. 

Baca juga: Menemukan Cairan Hijau Keluar dari Vagina Setelah Melahirkan? Waspadai 10 Tanda Bahaya Nifas Ini!

  • Manfaat lain yang ditawarkan metode kontrasepsi tersebut

Selain mencegah kehamilan, beberapa kontrasepsi memberikan manfaat tambahan, seperti siklus menstruasi menjadi lebih teratur, mengurangi risiko infeksi menular seksual, atau bahkan mengurangi risiko terkena kanker. Jika manfaat tambahan tersebut dianggap penting bagi Ibu dan Ayah, maka pilihlah metode kontrasepsi yang menyediakan manfaat tersebut. 

Baca juga: Kenali Pola Asuh Permisif dan 9 Dampak Negatifnya pada Anak!

4. Pilih Metode Kontrasepsi yang Sesuai dengan Kebutuhan

Ilustrasi memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan sebelum program KB (sumber: depositphotos)

Sebelum program KB, Ibu dan Ayah harus menentukan metode kontrasepsi yang akan digunakan. Berikut ini beberapa pilihan metode kontrasepsi yang dapat dipertimbangkan oleh Ibu dan Ayah sebelum membuat keputusan, di antaranya: 

  1. Metode kontrasepsi yang tidak memerlukan resep dari penyedia layanan kesehatan, meliputi:
  • Menahan diri (abstinesi), yaitu tidak melakukan hubungan seksual.
  • Spermisida. Busa atau krim yang ditempatkan di dalam vagina untuk membunuh sperma. Beberapa spermisida juga memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual, terutama ketika digunakan bersamaan dengan kondom lateks. 
  • Kondom pria. Tabung tipis yang terbuat dari lateks atau bahan alami yang ditempatkan di atas penis dan sperma akan terkumpul di ujung kondom. Kondom lateks dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual.
  • Kondom wanita. Pelapis yang terbuat dari lateks atau bahan alami yang ditempatkan di dalam vagina. Kondom lateks pada wanita juga dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual. 
  • KB alami. Menentukan waktu berhubungan seks untuk menghindari hari-hari subur dengan menggunakan berbagai metode pemantauan suhu tubuh, perubahan lendir serviks, dan penggunaan alat prediksi ovulasi. Metode ini sering dikenal sebagai metode kalender dan memiliki risiko kehamilan yang tinggi. 

Baca juga: 7 KB Alami Kalau Tidak Cocok Kontrasepsi

  1. Metode kontrasepsi yang memerlukan kunjungan ke penyedia layanan kesehatan untuk pemeriksaan dan resep medis, meliputi:
  • Kontrasepsi oral (pil kontrasepsi). Obat dalam bentuk pil yang diminum setiap hari untuk mencegah ovulasi dengan mengontrol sekresi hormon dari kelenjar pituitari. Biasanya, pil kontrasepsi mengandung hormon estrogen dan progesteron.  
  • Pil mini. Berbeda dengan pil kontrasepsi tradisional, pil mini hanya mengandung hormon progesteron. Pil mini membuat lendir serviks menjadi kental dan mencegah sperma mencapai sel telur. Pil mini juga dapat mengurangi jumlah aliran menstruasi dan melindungi terhadap penyakit radang panggul, kanker ovarium (rahim), dan endometrium (lapisan terdalam dari rahim).
  • Implan. Kapsul yang mengandung hormon sintetis etonogestrel (obat untuk mencegah kehamilan) yang ditanamkan di bawah kulit lengan atas Ibu. Implan dapat mencegah ovarium melepaskan sel telur selama 3 tahun. Proses pemasangan dan pengangkatan jenis kontrasepsi ini memerlukan anestesi lokal.
  • Injeksi. Obat ini mirip dengan progesteron yang diberikan melalui suntikan untuk mencegah kehamilan dengan menghentikan ovulasi. Efeknya berlangsung sekitar 3 bulan, dan setelahnya harus diberikan suntikan kembali untuk mempertahankan efektivitas kontrasepsi ini.
  • Plester kontrasepsi. Plester yang ditempelkan pada kulit yang melepaskan hormon estrogen dan progesteron ke dalam aliran darah. Plester ini paling efektif pada wanita dengan berat badan kurang dari 90 kg.
  • Diafragma atau tutup serviks. Cangkir karet berbentuk kubah dengan pinggiran yang fleksibel yang dimasukkan melalui vagina untuk menutupi leher rahim. Metode kontrasepsi ini harus dimasukkan sebelum berhubungan seksual. 
  • Cincin kontrasepsi vagina hormonal. Sebuah cincin yang ditempatkan di dalam vagina di sekitar leher rahim. Cincin ini melepaskan hormon estrogen dan progesteron.
  • Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR), yaitu IUD. Alat ini ditempatkan di dalam rahim yang dimasukkan melalui leher rahim oleh penyedia layanan kesehatan. IUD bekerja dengan menebalkan lendir serviks sehingga sulit bagi sperma untuk masuk ke dalam leher rahim. Alat ini juga dapat mencegah sel telur yang sudah dibuahi untuk menempel pada dinding rahim. IUD yang mengandung hormon harus diganti setiap 5 tahun, sedangkan IUD tembaga dapat bertahan hingga 10 tahun. 

Baca juga: Bikin Gemuk? 8 Dampak Negatif Lain Suntik KB yang Juga Wajib Ibu Tahu!

  1. Sterilisasi, yaitu metode kontrasepsi untuk mencegah kehamilan secara permanen yang dilakukan melalui prosedur medis, meliputi:
  • Histerektomi. Pengangkatan rahim dan biasanya juga disertai ovarium dan saluran tuba.
  • Tubektomi atau ligasi saluran tuba (mengikat saluran tuba). Metode kontrasepsi ini akan melibatkan proses operasi untuk memotong, memadatkan, atau memasang pita pada saluran tuba agar mencegah sel telur masuk ke dalam rahim. 
  • Implan tuba. Metode KB permanen ini dapat dilakukan melalui prosedur rawat jalan dan tanpa operasi yang dilakukan dengan cara memasukkan dua logam kecil (essure) ke saluran tuba melalui vagina dan serviks. Masing-masing saluran tuba diisi oleh satu logam. Alat ini akan mengiritasi lapisan dalam saluran tuba dan meninggalkan bekas luka. Bekas luka ini lama-kelamaan dapat menutup saluran tuba dan mencegah sperma masuk untuk membuahi sel telur. Saluran tuba dapat menutup dengan sempurna setelah 3 bulan. Oleh karena itu, direkomendasikan untuk memakai alat kontrasepsi lain, seperti kondom atau pil KB, selama proses penebalan luka berlangsung. Ronsen atau USG dapat dilakukan untuk memastikan bahwa saluran tuba sudah tertutup. 
  • Vasektomi. Prosedur operasi yang melibatkan pemotongan atau pengikatan vas deferens, yakni saluran yang membawa sperma dari testis. Meskipun testis tetap dapat menghasilkan sperma, tetapi sperma akan mati dan diserap oleh tubuh. Vasektomi merupakan metode kontrasepsi permanen untuk pria dan tidak berpengaruh pada kehidupan seksual, seperti ereksi, ejakulasi, dan volume air mani. 

Terdapat beberapa metode lain yang sering dianggap sebagai pilihan metode kontrasepsi, tetapi sebenarnya tidak efektif dalam mencegah kehamilan, antara lain:

  • Menarik diri sebelum ejakulasi,
  • Berhubungan seks saat menstruasi,
  • Berdiri segera setelah berhubungan seks, dan
  • Membersihkan vagina setelah berhubungan seks. 

Selalu ingat bahwa persiapan yang baik sebelum memulai program KB adalah kunci keberhasilan. Penting bagi Ibu dan Ayah untuk mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi pribadi serta memberikan dukungan satu sama lain. Jangan lupa juga untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan untuk mendapatkan informasi yang akurat. Dengan adanya persiapan yang matang sebelum program KB, Ibu dan Ayah dapat menjalani program KB dengan lebih baik, mencapai tujuan keluarga yang diinginkan, dan meraih masa depan yang lebih cerah. 

Terima kasih telah membaca artikel “Wajib Tahu! 4 Hal yang Harus Disiapkan sebelum Program KB.” Yuk bagikan artikel persiapan sebelum program KB ini kepada sahabat-sahabat Ibu dan Ayah yang sedang merencanakan keluarga. Selain itu, Ibu dan Ayah juga dapat menemukan lebih banyak informasi seputar kehamilan dan menyusui yang uptodate di website BukuBumil.com atau melalui aplikasi BukuBumil yang dapat diunduh di Play Store. Semangat dan semoga sukses ya, Bu dan Yah!

Referensi: 

Related Posts

Comments

Stay Connected

spot_img

Recent Stories