Menemukan Cairan Hijau Keluar dari Vagina Setelah Melahirkan? Waspadai 10 Tanda Bahaya Nifas Ini!

tanda bahaya nifas, tanda bahaya masa nifas, tanda bahaya pada ibu nifas, ciri ciri darah nifas yang berbahaya, tanda infeksi masa nifas, tanda tanda bahaya nifas, tanda bahaya ibu nifas dan penanganannya, ciri ciri nifas berbahaya
Menemukan Cairan Hijau Keluar dari Vagina Setelah Melahirkan? Waspadai 10 Tanda Bahaya Nifas Ini! : Mengal tanda bahaya nifas

Setelah melahirkan, bayi perlu dijaga dengan baik karena baru saja datang ke dunia setelah 9 bulan berada dalam perut ibu. Namun, selain menjaga bayi, kesehatan Ibu juga perlu dijaga saat setelah melahirkan. Walaupun ada beberapa Ibu yang langsung bisa beraktivitas kembali setelah melahirkan, namun kesehatan ibu sering kali diabaikan karena dianggap sudah merasa lebih baik dan dapat beraktivitas kembali, padahal terdapat beberapa tanda bahaya selama masa nifas. Apa saja ya tanda bahaya nifas yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil?

Mengenal Masa Nifas

tanda bahaya nifas, tanda bahaya masa nifas, tanda bahaya pada ibu nifas, ciri ciri darah nifas yang berbahaya, tanda infeksi masa nifas, tanda tanda bahaya nifas, tanda bahaya ibu nifas dan penanganannya, ciri ciri nifas berbahaya
Menemukan Cairan Hijau Keluar dari Vagina Setelah Melahirkan? Waspadai 10 Tanda Bahaya Nifas Ini! : Mengena masa nifas

Sebelum membahas tanda bahaya nifas, Ibu perlu mengenal nifas terlebih dahulu. Masa nifas atau post partum adalah masa yang dilewati setiap wanita setelah melahirkan, disebut juga sebagai masa dimana organ-organ reproduksi kembali pada keadaan semula atau saat sebelum hamil. Periode masa nifas terjadi mulai dari sejak plasenta lahir hingga 6 minggu setelah kelahiran atau sebanyak 42 hari setelah ibu melahirkan.

Pada masa nifas atau setelah melahirkan akan terjadi perubahan fisik dan kondisi kejiwaan atau psikologis.

Beberapa perubahan fisik yang akan terjadi adalah pada Ibu antara lain:

  1. Pengerutan uterus atau rahim

Pada saat kehamilan usia 20 minggu, uterus memiliki ukuran kira-kira sebesar pada saat kehamilan atau seberat 1000 gr, lalu ukurannya akan mengecil pada masa nifas.

Pada masa nifas, akan terjadi pengerutan pada uterus untuk mengembalikan ukurannya ke ukuran semula. Hal ini merupakan proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil dengan bobot hanya 60 gram. Pada minggu pertama masa nifas, uterus akan mengecil ke bobot kurang lebih 500 gr.

  1. Pendarahan setelah melahirkan (lokia)

Lochia atau lokia adalah pendarahan yang terjadi setelah melahirkan. Darah yang keluar berbau apek seperti darah menstruasi atau darah haid. Pada 3 hari pertama, lokia akan berwarna merah tua. Ibu mungkin akan menemukan beberapa gumpalan darah kecil, dan hal ini normal terjadi. Lalu pada hari ke-4 hingga 10, lochia akan lebih encer dan berwarna merah muda hingga kecoklatan. Antara hari ke-7 hingga 14, Ibu juga mungkin akan menemukan lochia berwarna krem atau kekuningan.

Ibu yang melakukan operasi caesar mungkin akan memiliki lokia lebih sedikit dibandingkan ibu yang melahirkan normal. Umumnya pendarahan akan berhenti dalam waktu 4 hingga 6 minggu setelah melahirkan.

  1. Drainase sayatan

Ibu yang menjalani operasi Caesar biasanya akan mendapati sedikit cairan berwarna merah muda dan berair dari sayatan yang ada. Ibu perlu menjaga agar sayatan tersebut tetap bersih dan kering dengan mandi atau mencucinya dengan air hangat.

  1. Cairan payudara

Saat menyusui, payudara Ibu mungkin akan mengeluarkan cairan lebih banyak hingga menembus bra atau bahkan baju Ibu. Banyaknya cairan ini akan berhenti antara 1 hingga 2 minggu setelah melahirkan. Ibu dapat menggunakan breast pad untuk menjaga bra dan baju Ibu tetap kering.

  1. Pembengkakan payudara

Pembengkakan payudara ditandai dengan adanya rasa hangat, keras, dan berat pada payudara. Pembengkakan ini disebabkan oleh peningkatan sirkulasi ke payudara. Ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh pembengkakan ini dapat diatasi dengan meminum obat pereda nyeri dari dokter jika Ibu menyusui bayi dengan botol. Ibu juga dapat mengompres payudara yang bengkak dengan kompres es atau menggunakan bra yang nyaman digunakan.

  1. Adanya ketidaknyamanan di sekitar area perineal

Area perineum adalah area kulit antara vagina dan anus. Jika Ibu menjalani episiotomi (pembedahan di daerah otot antara vagina dan anus (perineum) saat melahirkan), Ibu mungkin akan merasakan daerah perineum sangat perih dan sensitif.

Untuk mengurangi rasa nyeri, Ibu dapat mencoba duduk di bak berisi air tanpa tambahan bubble bath atau produk lainnya. Cara lain yang dapat dilakukan untuk meredakan nyeri adalah dengan melakukan hal yang sama namun dengan menggunakan baskom kecil yang muat di toilet.

Baca juga: 6 Risiko Hamil Di Usia Tua

  1. Kontraksi rahim

Pada beberapa jam setelah melahirkan, bagian atas rahim atau fundus akan berada kira-kira setinggi pusar Ibu. Posisi tersebut akan tetap sama sekitar satu hari lalu akan turun secara bertahap setiap harinya. Jika Ibu menyusui, maka penurunan tersebut akan terjadi lebih cepat. Jika tidak memiliki komplikasi, Rahim akan kembali pada ukuran semula dalam waktu sekitar 6 minggu.

Rasa kram yang muncul diakibatkan oleh Rahim yang menghentikan pendarah dari area tempat menempelnya plasenta. Rasa nyeri ini ini lebih sering terjadi pada wanita pernah hamil lebih dari satu kali. Nyeri dapat berlangsung selama kurang lebih 5 menit lalu akan mereda secara bertahap.

  1. Kontraksi buang air kecil

Ibu mungkin akan merasa tidak nyaman saat buang air kecil. Hal ini normal terjadi, tetapi pastikan untuk memberi tahu dokter dan petugas medis jika Ibu terus menerus merasa sakit atau sulit saat buang air kecil.

  1.  Sulit menahan buang air kecil (inkontinensia urine)

Peregangan otot yang terjadi selama persalinan dapat menyebabkan hilangnya kontrol buang air kecil (inkontinensia urine) dan terkadang juga buang air besar untuk sementara waktu. Inkontinensia yang terjadi dapat lebih sering terjadi jika Ibu tertawa, batuk, atau tegang. Latihan kegel dapat membantu Ibu memperbaiki inkontinensia yang terjadi. Inkontinensia yang dialami akan membaik beberapa minggu setelah melahirkan.

  1. Konstipasi

Setelah melahirkan, Ibu mungkin tidak akan buang air besar hingga 3 hari setelah melahirkan. Pastikan Ibu mengonsumsi serat dan minum air yang cukup untuk melancarkan buang air besar.

  1.  Peningkatan keringat

Hal lain yang normal terjadi setelah melahirkan adalah adanya peningkatan keringat, khususnya di malam hari. Peningkatan keringat normal terjadi setelah melahirkan karena tubuh Ibu sedang menyesuaikan diri dengan kadar hormone baru setelah melahirkan. Perbanyaklah minum air untuk menghindari dehidrasi.

  1. Menstruasi

Jika Ibu menyusui, Ibu mungkin tidak akan mengalami menstruasi atau haid hingga bayi Ibu berhenti menyusui. Perlu diingat bahwa walaupun Ibu tidak mengalami menstruasi selama menyusui, Ibu tetap memiliki kemungkinan untuk hamil kembali. Jika Ibu tidak menyusui, Ibu akan memiliki kemungkinan menstruasi antara 6 hingga 12 minggu setelah melahirkan. Beberapa periode menstruasi pertama setelah melahirkan mungkin tidak akan teratur.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, selain perubahan fisik, perubahan psikologis juga dapat terjadi setelah melahirkan. Perubahan psikologis pada masa nifas dapat terjadi karena adanya reaksi tiap ibu yang berbeda setelah melahirkan yang nantinya dapat mempengaruhi perilaku, sikap, tekanan emosional, serta perasaan. Selain itu, adanya perubahan hormone juga dapat mempengaruhi ibu. Perubahan psikologis ini normal terjadi karena Ibu akan menghadapi peran baru dalam kehidupan, yakni sebagai ibu. Sehingga beberapa penyesuaian akan dibutuhkan oleh ibu tersebut untuk menghadapi peran barunya. 

Baca juga: Skoliosis pada Ibu Hamil: Dampak pada Janin dan Ibu

Tanda Bahaya Nifas

tanda bahaya nifas, tanda bahaya masa nifas, tanda bahaya pada ibu nifas, ciri ciri darah nifas yang berbahaya, tanda infeksi masa nifas, tanda tanda bahaya nifas, tanda bahaya ibu nifas dan penanganannya, ciri ciri nifas berbahaya
Menemukan Cairan Hijau Keluar dari Vagina Setelah Melahirkan? Waspadai 10 Tanda Bahaya Nifas Ini! : Tanda bahaya nifas

Setelah mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi setelah melahirkan, Ibu juga perlu mengetahui tanda bahaya selama masa nifas karena bahaya atau komplikasi yang terjadi selama masa nifas dapat berujung pada kematian Ibu. Beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai dan diperhatikan oleh Ibu adalah:

  1. Sakit kepala yang tidak berhenti atau semakin sakit seiring waktu
  • Sakit kepala terasa sangat nyeri.
  • Sakit kepala masih terasa bahkan setelah meminum obat.
  • Sakit kepala terasa seperti sensasi disetrum secara singkat.
  • Sakit kepala disertai gangguan penglihatan seperti pandangan yang buram atau pusing.

Sakit kepala mungkin terjadi pada minggu pertama setelah melahirkan. Penyakit ini akan lebih parah jika Ibu memiliki riwayat darah tinggi. Sakit kepala yang terjadi dapat menandakan migrain atau stroke dan penyakit otak lainnya (jarang terjadi).

Baca juga: 5 Senam Saat Nifas yang Nyaman dan Praktis

  1. Merasa pusing atau pingsan
  • Mengalami pingsan.
  • Mengalami pusing yang datang dan pergi selama berhari-hari.

Merasa pusing atau pingsan merupakan tanda bahaya nifas yang dapat menjadi pertanda beberapa penyakit seperti gangguan jantung dan paru-paru, serta adanya masalah pada jumlah gula dalam tubuh. Adanya pendarahan berlebih juga dapat mengakibatkan pusing atau pingsan.

  1. Perubahan penglihatan
  • Penglihatan kabur atau sulit fokus.
  • Penglihatan hilang tiba-tiba dalam waktu yang sebentar.
  • Terlihat seperti ada suatu cahaya di tengah penglihatan.

Perubahan penglihatan dapat menjadi pertanda adanya preeklampsia yang terjadi setelah melahirkan.

  1. Demam dengan suhu 38oC atau lebih.

Demam setelah melahirkan perlu diperhatikan karena dapat menjadi pertanda dari beberapa penyakit seperti adanya infeksi pada usus buntu, ginjal, saluran kemih, dan paru-paru.

  1. Pembengkakan ekstrem pada tangan atau wajah
  • Pembengkakan pada area tangan yang membuat jari sulit bergerak atau sulit menggunakan cincin.
  • Pembengkakan pada area wajah yang membuat mata sulit terbuka.
  • Pembengkakan pada area bibir hingga hilang rasa.
  1. Sakit di daerah dada atau jantung berdegup sangat kencang
  • Adanya perasaan sesak atau tertekan di bagian tengah dada.
  • Adanya nyeri yang menjalar ke punggung, leher, atau lengan.
  • Adanya perubahan detak jantung seperti berdebar lebih cepat atau tidak teratur.
  • Kesulitan mengatur napas.
  1. Kesulitan bernapas
  • Napas pendek secara tiba-tiba, nafas pendek terasa seperti Ibu tidak dapat mengambil nafas dalam seperti biasanya atau seperti kekurangan oksigen.
  • Dada atau tenggorokan terasa kencang.
  • Kesulitan bernafas saat berbaring dan membutuhkan penyangga leher atau bantal lebih banyak saat berbaring untuk bernafas lebih nyaman.
  • Terjadi pada minggu pertama setelah melahirkan.

Perhatikan kondisi Ibu jika mengalami kesulitan bernapas diikuti oleh sakit kepala, nyeri punggung, gangguan penglihatan, dan pembengkakan pada salah satu betis, kaki bagian bawah, atau lengan. Kesulitan bernapas dapat menjadi pertanda beberapa penyakit seperti infeksi paru, gangguan jantung, dan emboli paru (penyakit dimana darah membawa zat atau bekuan ke paru-paru sehingga sulit bernapas).

  1. Mual dan muntah parah
  • Perut terasa nyeri dengan perasaan mual melebihi biasanya.
  • Tidak dapat minum lebih dari 8 jam atau makan lebih dari 24 jam.
  • Sering muntah dan tidak bisa menyimpan air atau cairan lain dalam perut.

Mual dan muntah parah dapat menjadi pertanda penyakit infeksi virus, adanya gangguan pada hati atau pankreas, dan keracunan makanan.

  1. Sakit pada daerah perut yang berkepanjangan
  • Mengalami sakit perut yang terasa seperti menusuk, atau kram yang tidak kunjung membaik.
  • Sakit perut yang terus memburuk seiring waktu.
  • Mengalami nyeri dada, bahu, atau punggung yang parah.
  1. Pendarahan atau keluarnya cairan pada vagina (lokia) yang berbeda dari biasanya
  •  Lokia berbau busuk atau berwarna kehijauan.
  •  Pendarahan yang berlebihan hingga harus mengganti pembalut setiap jam.
  • Terdapat gumpalan besar seukuran bola golf.
  • Terdapat demam dan menggigil.
  • Adanya nyeri atau bengkak di area sekitar vagina.
  • Adanya pusing atau perasaan ingin pingsan.
  • Adanya kram berlebih atau nyeri panggul.

Itulah 10 tanda bahaya nifas yang perlu Ibu perhatikan. Tetap jaga kondisi kesehatan Ibu setelah melahirkan dan perhatikan setiap gejala yang muncul, terutama jika gejala tersebut semakin memburuk seiring waktu. Segera hubungi dokter atau tenaga medis kepercayaan Ibu jika Ibu merasakan salah satu tanda bahaya nifas tersebut. Bagikan artikel ini pada teman dan keluarga agar mereka mengenal dan lebih berhati-hati dengan tanda-tanda bahaya nifas. Download juga aplikasi Bukubumil untuk memantau perkembangan si kecil dimanapun dan kapanpun!

Referensi

Islami. (2012). Efektifitas Kunjungan Nifas Terhadap Pengurangan Ketidaknyamanan Fisik yang Terjadi Pada Ibu Selama Masa Nifas. Majalah Ilmiah Sultan Agung, 50 (127). 1-15. http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/majalahilmiahsultanagung/article/view/66/60

Labor and delivery, postpartum care. Diakses pada Mei 8, 2023. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/postpartum-care/art-20047233

Lochia. Diakses pada Mei 8, 2023. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/22485-lochia

Nova, silvia., S. Zagoto. (2020). Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Adaptasi Psikologis Pada Masa Nifas Di Klinik Pratama Afiyah Pekanbaru Tahun 2019. Jurnal Ilmu Kebidanan, 9 (2). 108-113. https://jurnal.stikes-alinsyirah.ac.id/index.php/kebidanan/article/view/674

Pregnancy: Physical Changes After Delivery. Diakses pada Mei 8, 2023. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9682-pregnancy-physical-changes-after-delivery#:~:text=You%20may%20experience%20certain%20changes,with%20these%2C%20and%20other%20changes.

Urgent Maternal Warning Signs. Diakses pada Mei 8, 2023. https://www.cdc.gov/hearher/maternal-warning-signs/index.html

Urgent Maternal Warning Signs. Diakses pada Mei 9, 2023. https://saferbirth.org/aim-resources/aim-cornerstones/urgent-maternal-warning-signs/#vaginal

Victoria, Sophia Immanuela., J. S. Yanti. (2021). Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas dengan Pelaksanaan Senam Nifas. Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal)., 1 (1). 45-55. https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt/article/view/313

Related Posts

Comments

Stay Connected

spot_img

Recent Stories