4 Posisi Janin dalam Kandungan yang Wajib Ibu Perhatikan!

Ilustrasi posisi janin dalam kandungan Ibu

Selama proses kehamilan, posisi janin Ibu akan mengalami perubahan. Janin Ibu yang sedang mengalami perkembangan akan bergerak di dalam rahim dan berpindah ke beberapa posisi. Sehingga, Ibu akan merasa janin menendang, bergoyang, atau berputar-putar. Saat bulan terakhir kehamilan, janin akan membesar dan tidak memiliki banyak ruang untuk bergerak. Hal ini menyebabkan posisi janin penting untuk diperhatikan saat Hari Perkiraan Lahir (HPL) semakin dekat

Janin perlu berada pada posisi yang ideal sebelum melahirkan yakni pada posisi anterior, karena memudahkan proses persalinan dan dapat mengurangi komplikasi kehamilan. Sebagian besar janin berada pada posisi ini pada bulan terakhir kehamilan, sehingga penting bagi tenaga kesehatan untuk terus memantau posisi janin di dalam rahim Ibu, terutama selama sebulan terakhir kehamilan. Apakah Ibu penasaran dengan posisi anterior dan 3 posisi janin lainnya? Jika ya, yuk simak penjelasan BukuBumil tentang posisi janin di bawah ini!

4 Posisi Janin dalam Kandungan Ibu

Ada empat posisi janin saat berada dalam kandungan Ibu. Posisi-posisi tersebut berkaitan dengan proses persalinan yang akan ditempuh Ibu nantinya. Oleh sebab itu, penting bagi Ibu untuk mengetahui posisi janin, agar dapat menentukan alternatif terbaik untuk proses persalinan. Berikut empat posisi janin tersebut: 

Posisi Anterior 

Ilustrasi posisi janin anterior

Posisi janin yang terbaik sebelum proses persalinan adalah posisi anterior. Sebagian besar janin berada pada posisi ini sebelum dilahirkan. Pada posisi anterior, kepala janin tertunduk di panggul, menghadap punggung Ibu, dan punggung janin menghadap ke perut Ibu. Janin mampu melenturkan kepala dan leher mereka, dan menyelipkan dagu ke dada mereka. Ini biasanya disebut occipito-anterior

Bagian tersempit dari kepala janin dapat menekan serviks (leher rahim yang menghubung rahim ke vagina) dan membantunya terbuka selama persalinan. Sebagian besar janin menetap dengan posisi kepala di bawah ini sekitar 32 hingga 36 minggu kehamilan. 

Baca juga: 3 Rahasia Persiapan Melahirkan Normal Agar Siap dan Aman

Posisi Posterior

Ilustrasi posisi janin posterior

Posisi ini juga disebut sebagai posisi back-to-back atau punggung ke punggung. Pada posisi ini, kepala janin menghadap ke bawah, wajah janin menghadap perut Ibu, dan punggungnya bersandar di punggung Ibu. Posisi posterior mempersulit janin untuk menyelipkan kepalanya pada panggul Ibu. Oleh karena itu, hal ini dapat menjadi tantangan saat janin ingin melewati bagian tersempit pada panggul Ibu, sehingga menyebabkan persalinan lebih lambat dan Ibu mengalami sakit punggung.

Pada tahap pertama persalinan, sekitar 1 dari 10 hingga 1 dari 3 janin berada pada posisi ini. Namun, sebagian besar janin akan secara spontan memutar diri untuk menghadap ke arah yang benar sebelum lahir. Kemungkinan janin berada pada posisi ini adalah karena Ibu menghabiskan banyak waktu untuk duduk atau berbaring, yang mungkin terjadi ketika Ibu direkomendasikan untuk banyak beristirahat. 

Bagian belakang tubuh janin lebih berat daripada tubuh bagian depan mereka, sehingga Ibu dapat mendorong janin untuk berpindah ke posisi ideal dengan bersandar ke arah di mana Ibu ingin janin bergerak.  Janin akan sangat mungkin untuk mengubah posisinya. Pada minggu-minggu menjelang kelahiran, janin masih memiliki waktu untuk melakukan penyesuaian dan mengubah posisi. Sebagian besar janin akan menemukan posisi yang benar sebelum mereka lahir. 

Ada beberapa cara yang dapat Ibu lakukan untuk membuat bayi bergerak ke posisi anterior, di antaranya:

  • Melakukan Yoga

Berikut beberapa pose yoga untuk mengubah posisi posterior janin menjadi posisi anterior:

Tabletop: posisikan tangan dan lutut Ibu menuju lantai. Biarkan perut Ibu menggantung dengan bebas. Fokus pada posisi ini dan gunakan napas untuk melembutkan perut atau menggunakan gerakan (bergoyang dari sisi ke sisi, membuat lingkaran dengan pinggul) untuk merilekskan tubuh.

Ilustrasi pose tabletop

Puppy pose: Ibu dapat membentuk posisi ini dengan menggerakkan tangan ke depan dan biarkan dada Ibu menuju lantai. Jika tangan Ibu dirasa terlalu jauh, maka dekatkan kembali tangan Ibu.

Ilustrasi puppy pose

Downward facing dog: Tekuk lutut dan lebarkan kaki Ibu. Arahkan tangan Ibu ke lantai, untuk menyesuaikan dada dengan kaki Ibu dan biarkan perut dalam posisi menggantung. Jika kaki belakang Ibu kuat, maka Ibu dapat menekuk lutut lebih banyak lagi. Pose ini juga dapat dilakukan dengan bantuan dinding, agar tidak memberatkan tubuh Ibu. 

Ilustrasi pose downward facing dog

Side lying with top leg hanging: Pergunakan bantal dan guling Ibu agar kaki bagian atas dapat menekuk dan menggantung ke depan. Condongkan badan Ibu ke depan guling, agar perut dapat beristirahat dengan nyaman. Ini membantu memberi ruang di panggul Ibu dan memungkinkan bayi untuk berbalik.

Ilustrasi pose side lying with top leg hanging

Squat against wall and lift belly: Tekan punggung bawah Ibu ke dinding untuk memajukan panggul sedikit ke depan dan memperpanjang punggung bagian bawah. Ibu dapat melakukan pose ini selama kontraksi sambil dengan lembut mengangkat perut Ibu ke atas untuk mendorong bayi yang sudah mencapai panggul agar mundur sedikit dan beralih ke posisi anterior. 

Ilustrasi pose squat against wall and lift belly

Forward leaning inversion: Pose ini dapat dilakukan dengan menggunakan guling (seperti pada gambar di bawah) atau dari tempat tidur atau sofa. Ibu dapat melakukannya dengan memposisikan lutut Ibu ke tepi guling/sofa/tempat tidur dan dengan hati-hati turunkan tangan Ibu ke lantai. Ketika Ibu merasa sudah stabil, gerakkan tangan Ibu ke depan, sehingga paha dan tubuh Ibu membentuk huruf A. Ibu dapat bertahan pada posisi selama 5 kali tarikan napas. 

Ilustrasi pose forward leaning inversion
  • Hindari bentuk posisi berbaring dengan telentang dan posisi berbaring di sofa, karena dapat membatasi ruang yang dimiliki janin dan memperkecil kemungkinan janin sulit untuk berbalik ke posisi anterior.
Ilustrasi posisi berbaring telentang

Baca juga: 5 Langkah Senam Kegel setelah Melahirkan untuk Mengencangkan Miss V

Posisi Breech / Sungsang

Ilustrasi posisi janin sungsang

Posisi sungsang adalah ketika kepala janin berada menghadap ke atas, bukan menghadap ke bawah panggul Ibu, sementara kaki atau bokong janin mengarah ke jalan lahir. Ada 3 jenis posisi sungsang, meliputi:

Ilusytasi tiga posisi sungsang janin
  • Complete breech / sungsang sempurna, adalah ketika bokong janin mengarah ke jalan lahir (ke bawah), dengan kaki disilangkan di depan tubuh, sehingga kaki berada di dekat bokong.
  • Frank breech / sungsang frank, yaitu posisi saat bokong mengarah ke jalan lahir, tetapi kaki janin lurus ke atas tepat di depan tubuh mereka, dan kaki berada di dekat wajah janin.
  • Incomplete breech / sungsang tidak lengkap, merupakan posisi janin saat salah satu atau kedua kaki mereka mengarah ke bawah menuju jalan lahir. Jika persalinan melalui vagina, satu atau kedua kaki akan muncul lebih dulu. 

Beberapa alasan mengapa janin tetap berada dalam posisi sungsang adalah sebagai berikut:

  • Terlalu banyak atau terlalu sedikit cairan ketuban,
  • Fibroid rahim, yakni pertumbuhan sel jinak (non-kanker) di dalam rahim,
  • Bentuk rahim yang tidak normal (tidak menyerupai buah pir terbalik atau memiliki fibroid), dan
  • Janin lebih dari satu, dalam kasus kehamilan kembar, satu janin mungkin akan berada pada posisi anterior atau posterior, sementara yang lain dalam posisi sungsang.

Posisi sungsang juga dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan di panggul Ibu atau pada jaringan lunak. Dengan kata lain, ketegangan atau putaran di bagian rahim bawah dapat menyebabkan masalah pada jaringan lunak. Beberapa penyebabnya, adalah:

  • Perjalanan panjang dengan mobil,
  • Ibu menyilangkan kaki,
  • Cedera olahraga,
  • Jatuh, sehingga menyebabkan masalah serius, 
  • Menggendong balita di pinggul, dan
  • Ibu banyak melakukan aktivitas dari waktu ke waktu.

Aman bagi janin untuk berposisi sungsang selama kehamilan. Namun, posisi sungsang tidak ideal untuk persalinan. Sekitar 4 dari 10 janin berada pada posisi sungsang pada saat persalinan. Meskipun sebagian besar janin sungsang dilahirkan sehat, mereka mungkin memiliki risiko cacat lahir atau trauma selama persalinan. Posisi sungsang juga dapat meningkatkan risiko pembentukan lingkaran di tali pusat yang dapat menyebabkan cedera pada janin jika mereka dilahirkan secara normal atau lewat vagina. 

Ada beberapa hal yang dapat Ibu lakukan agar posisi sungsang janin dapat menuju pada posisi anterior, di antaranya:

  • Bridge pose

Ibu berbaring di lantai dengan kaki ditekuk, kemudian mengangkat pinggul dan panggul menyerupai posisi jembatan. Tahan posisi ini selama 10-15 menit dan lakukan selama beberapa kali dalam sehari.

Ilustrasi bridge pose
  • Child’s pose—pada yoga disebut Balasana:

Ibu beristirahat pada posisi ini selama 10-15 menit. Posisi ini dapat membantu mengendurkan otot panggul dan rahim Ibu. Selanjutnya, Ibu juga dapat bergoyang bolak-balik di tangan dan lutut atau membuat lingkaran dengan panggul untuk meningkatkan aktivitas.

Ilustrasi child’s pose
  • Musik: letakkan headphone atau speaker di bagian bawah rahim Ibu untuk mendorong janin berputar.
  • Suhu: tempatkan sesuatu yang dingin di bagian atas perut Ibu, di mana kepala janin berada. Kemudian, letakkan sesuatu yang hangat di bagian bawah perut Ibu.
  • Teknik chiropractic atau teknik webster, merupakan terapi untuk memberikan penekanan pada sendi tulang belakang Ibu. Terapi ini dilakukan oleh tenaga profesional dan sesuai dengan rekomendasi tenaga kesehatan Ibu.

Baca juga: 3 Informasi Penting Kesehatan Ibu hamil

Posisi Transverse / Melintang

Ilustrasi posisi melintang pada janin

Ketika janin berbaring secara horizontal di dalam rahim, maka posisi ini disebut posisi melintang. Posisi ini sangat jarang saat persalinan, karena sebagian besar janin akan mengubah posisinya menjadi kepala di bagian bawah sebelum hari kelahiran. Jika janin tidak mengubah posisinya, maka persalinan dilakukan melalui operasi caesar. 

Penyebab paling umum dari kondisi ini adalah karena adanya prolaps tali pusat (tali pusat keluar dari rahim sebelum janin) saat air ketuban pecah. Prolaps tali pusat adalah keadaan darurat medis, sehingga jika itu terjadi, bayi harus dilahirkan dengan cepat melalui operasi caesar. 

Baca juga: 9 Komplikasi Kehamilan yang Wajib Ibu Tahu!

Cara Memperkirakan Posisi Janin dengan Metode Belly Mapping

Ilustrasi perut Ibu hamil

Saat Ibu ingin mengetahui posisi janin sebelum melahirkan, Ibu dapat menggunakan cara yang disebut belly mapping atau pemetaan perut Ibu. Belly mapping dapat dilakukan mulai sekitar bulan ke-8 kehamilan.

Ibu hanya butuh spidol atau cat yang tidak berbahaya dan dapat dicuci serta kertas kosong. Sebaiknya, pemetaan perut Ibu dilakukan tepat setelah Ibu melakukan kunjungan kehamilan, sehingga Ibu akan tahu pasti apakah kepala bayi menghadap ke atas atau ke bawah. Beberapa hal berikut ini dapat membantu Ibu melakukan belly mapping, yaitu:

  • Informasi dari kunjungan kehamilan yang terbaru,
  • Mengetahui di mana plasenta berada,
  • Mengetahui berapa banyak cairan ketuban yang ada,
  • Memiliki otot perut yang kencang,
  • Memilih waktu saat Ibu merasakan janin sedang aktif bergerak, dan
  • Menyadari gerakan janin selama beberapa hari terakhir.

Berikut adalah langkah-langkahnya untuk melakukan belly mapping:

  • Pilih waktu dan tempat yang nyaman untuk Ibu dapat berbaring sepenuhnya atau sebagian selama 15 menit dengan perut dimiringkan ke satu sisi,
  • Rileks dan tarik napas dalam-dalam,
  • Berikan tekanan lembut dengan ujung jari ke area di sekitar bagian atas panggul atau tulang kemaluan. Jika Ibu merasakan sesuatu yang keras, kemungkinan itu adalah kepala janin. Jika area tersebut lunak, kemungkinan itu adalah bagian bawah janin. Tandai ini sebagai lingkaran di perut atau di kertas yang sudah Ibu siapkan,
  • Selanjutnya, rasakan di sekitar perut Ibu bentuk yang panjang dan halus, yang kemungkinan ini merupakan bagian punggung janin. Tandai sebagai garis lengkung di perut atau di kertas. Jika Ibu hanya dapat merasakan bentuk atau anggota badan yang lembut, kemungkinan besar janin menghadap ke depan,
  • Waspadai tendangan atau gerakan apapun untuk memprediksi posisi janin dan tandai sebagai titik atau gelombang, dan
  • Tambahkan warna untuk menggambar janin di perut atau di kertas. Ibu dapat berkreasi dan menggambar posisi janin layaknya karya seni.

Baca juga: Cara Menghitung Usia Kehamilan

Tips Mengubah Posisi Janin

Ilustrasi Ibu duduk di atas birth ball

Terkadang, janin tidak berada di posisi yang ideal untuk melahirkan. Oleh sebab itu, penting bagi Ibu untuk mengetahui apakah janin tidak pada posisi occipito-anterior tepat sebelum kelahiran. Ada beberapa metode yang dapat Ibu gunakan untuk mengubah posisi janin menjadi posisi yang benar, di antaranya:

  • Saat Ibu duduk, miringkan panggul ke depan, bukan ke belakang,
  • Habiskan waktu untuk duduk di atas birth ball—bola yang digunakan untuk latihan sebelum persalinan,
  • Pastikan pinggul selalu lebih tinggi dari lutut saat duduk,
  • Jika pekerjaan Ibu membutuhkan banyak waktu untuk duduk, istirahatlah secara teratur dan usahakan untuk tetap bergerak,
  • Saat berada di mobil, Ibu dapat duduk di atas bantal untuk mengangkat dan memiringkan bagian bawah Ibu ke depan, dan
  • Rutin melakukan gerakan “menggosok lantai” (posisi seperti menggosok lantai) selama beberapa menit dalam sehari untuk memindahkan janin Ibu ke posisi anterior. 

Tips ini akan mengubah posisi janin ke posisi anterior. Namun, jika janin tetap dalam posisi posterior ketika persalinan dimulai, itu mungkin karena bentuk panggul Ibu lebih besar daripada postur tubuh Ibu. Oleh karena itu, di beberapa kasus, persalinan caesar adalah pilihan metode persalinan yang lebih diutamakan.

Baca juga: Lahir Normal atau Caesar: Berikut 7 Manfaat dan Risikonya

Ternyata ada empat posisi berbeda saat janin berada di dalam kandungan Ibu. Nah, Ibu mungkin mulai merasa sedikit was-was jika nantinya janin tidak berada pada posisi ideal untuk melahirkan. Hal tersebut adalah wajar dan dari kekhawatiran, Ibu dapat belajar untuk meningkatkan pengetahuan lagi terhadap seluk-beluk kehamilan dan persalinan. 

Yang terpenting, perlu bagi Ibu untuk menyiapkan rencana kehamilan sebelum program hamil dan rencana persalinan saat Ibu hamil, agar nantinya tidak ada masalah kesehatan yang terjadi. Selain itu, rutin melakukan kunjungan kehamilan agar posisi janin dapat terpantau dengan baik dan lahir sebagai bayi yang sehat.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bu! Plus, jangan lupa untuk bagikan artikel ini ke sahabat-sahabat Ibu, agar dapat mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Ibu juga download aplikasi BukuBumil di Play Store ya, agar terus update terkait persiapan hamil dan melahirkan. Semangat, Bu!

Baca juga: 11 Ide Nama Bayi Indonesia yang Cantik dan Tampan

Referensi:

Related Posts

Comments

Stay Connected

spot_img

Recent Stories