Sudah Dekat HPL? Simak 9 Persiapan Melahirkan Normal Berikut Ini!

Melahirkan normal terjadi secara alamiah melalui vagina tanpa bantuan alat medis atau obat-obatan. Setiap Ibu dapat melahirkan secara normal, tetapi ada beberapa kondisi yang membuat dokter kandungan atau tenaga kesehatan profesional memutuskan terpaksa untuk menempuh jalur persalinan lain yaitu caesar atau induksi, misalnya prolaps tali pusat, kehamilan kembar, dan tidak adanya kontraksi rahim Ibu. 

Selain itu, pilihan untuk melahirkan normal biasanya didorong oleh keinginan Ibu untuk melahirkan di tempat yang nyaman dan akrab dikelilingi keluarga, serta biaya yang diperlukan sedikit. Kebanyakan Ibu yang hendak melahirkan normal, mungkin akan merasa sakit pada awalnya, tapi memangnya ada cara melahirkan yang tanpa rasa sakit atau nyeri sama sekali?

Sekarang Ibu sudah mengandung bulan ke-berapa? Sudah menjelang hari perkiraan lahir, ya? Wah, pas sekali! Di artikel ini, Bukubumil akan khusus membahas mengenai kiat-kiat persiapan melahirkan normal agar lebih siap saat hari perkiraan lahir nanti. Yuk, ikuti persiapan melahirkan normal di bawah ini ya!

persiapan melahirkan normal
Ilustrasi bayi baru dilahirkan

Tips Persiapan Melahirkan Normal

Kadar hormon stres yang tinggi dapat memengaruhi kemampuan rahim untuk berkontraksi. Saat merasa takut ketika terjadi kontraksi, reaksi tubuh menjadi kaku yang cenderung memperparah rasa tidak nyaman. Jika Ibu berencana untuk melahirkan secara normal, ada baiknya mempersiapkan untuk pelajari manajemen nyeri alami maupun medis sebelumnya. Berikut adalah beberapa tips persiapan kelahiran normal yang bisa Ibu ikuti:

Buat rencana “melahirkan alami/normal”

Setelah memiliki gambaran tentang pengalaman melahirkan yang ideal, langkah cerdas berikutnya adalah membuat rencana kelahiran yang merinci apa yang Ibu inginkan sebelum, selama, dan setelah persalinan. Rencana “melahirkan alami” dapat mencakup preferensi tambahan seperti berikut:

o   Tidak pakai obat untuk induksi persalinan yang berfungsi merangsang kontraksi persalinan, seperti: misoprostol, cytotec, dan prostaglandin,

o   Pecahnya air ketuban secara alami,

o   Tidak ada episiotomi (sayatan bedah melalui perineum yang dilakukan untuk memperlebar vagina dengan maksud membantu proses kelahiran bayi),

o   Pemantauan selama persalinan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional lainnya,

o   Tidak ada sapuan membran (penyedia layanan kesehatan memasukkan jari bersarung tangan ke dalam leher rahim untuk melonggarkan kantung ketuban dari rahim Ibu), dan

o   Pitocin (bentuk sintetis yang dimasukkan melalui infus untuk mempercepat persalinan) hanya jika diperlukan.

Dukungan pendamping persalinan one-to-one

Persiapan melahirkan normal dengan memiliki pendamping persalinan/doula

Memiliki seseorang di sisi Ibu yang berkomitmen memberi dukungan emosional dan membantu merasa nyaman, mampu mengurangi tingkat kecemasan dan stres Ibu ketika melewati persalinan.

Penelitian menunjukkan bahwa, Ibu yang memiliki dukungan profesional cenderung tidak memerlukan pengobatan nyeri epidural (prosedur pembiusan pinggang ke bawah) selama persalinan dan cenderung memiliki persalinan yang sedikit lebih cepat daripada mereka yang tidak memiliki dukungan tersebut. Penelitian tersebut bisa jadi benar, terutama jika salah satu orang yang merawat Ibu adalah seorang spesialis seperti doula, yang memiliki tanggung jawab menawarkan dukungan dalam persalinan dan melayani kenyamanan Ibu.

Baca juga: 7 Kebutuhan Saat Nifas: Awas, Sering Terabaikan!

Latihan pernapasan dan visualisasi

Persiapan melahirkan normal dengan melakukan latihan pernapasan dan visualisasi

Sebagian besar kelas persalinan untuk persiapan melahirkan normal yang dibina oleh dokter, bidan, atau tenaga kesehatan, mengajarkan teknik pernapasan dan visualisasi terfokus. Ibu dan pasangan akan diajari tentang pola pernapasan khusus untuk dipraktikkan dan instruktur dapat melatih Ibu menggunakan visualisasi yaitu membayangkan tempat yang menenangkan, misalnya, atau kelahiran janin yang aman dan mudah untuk membantu mengatasi rasa sakit ketika kontraksi.

Ibu dapat mempelajari teknik seperti relaksasi progresif atau terkontrol, yang mana Ibu melepaskan ketegangan dengan memusatkan perhatian pada otot tertentu, mengencangkannya, dan kemudian melepaskannya sampai rileks kembali.

Jika belajar yoga, seni bela diri, atau meditasi, Ibu sudah memiliki latihan yang diperlukan untuk bernapas selama persalinan. Ibu juga mungkin menemukan bahwa membawa sesuatu yang istimewa untuk dilihat—foto favorit, misalnya—dan mendengarkan musik yang menenangkan membantu Ibu rileks.

Teknik-teknik ini memanfaatkan relaksasi sebagai cara untuk mengelola kontraksi. Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa teknik relaksasi dan yoga dapat menurunkan rasa sakit, lebih sedikit persalinan dengan bantuan vakum, dan meningkatkan kepuasan dengan pengalaman melahirkan.

Baca juga: Apa Itu Oligohidramnios? Yuk Kenali 9 Penyebabnya!

Mulai olahraga rutin

Persiapan melahirkan normal dengan memulai olahraga rutin

Seperti lari jarak jauh, persalinan normal membutuhkan energi dan stamina. Menurut Dr. Dickerson, seorang dokter kandungan, fisik yang sehat dan bugar akan meningkatkan peluang melahirkan tanpa obat. Caranya memulai persiapan melahirkan normal sejak dini adalah dengan berolahraga secara teratur. Resep Dr. Dickerson: 30 menit bergerak, tujuh hari seminggu. Kencangkan sepatu kets dan berjalanlah kapan pun Ibu bisa. Namun, jika tidak sehat secara fisik sebelum hamil, tanyakan kepada dokter untuk membuat rencana olahraga yang aman untuk Ibu.

Fleksibilitas, terutama di pinggul, akan membantu Ibu saat tiba saatnya untuk mengejan, jadi sesi peregangan juga penting. Tubuh Ibu menghasilkan hormon relaksin selama kehamilan yang dapat memperbesar otot panggul, jadi berhati-hati untuk tidak melakukan peregangan berlebihan atau bekerja terlalu keras. Olahraga juga akan membantu Ibu mempertahankan berat badan yang sehat selama kehamilan. Semakin besar bayinya, semakin sulit keluar. Tentu saja, mengikuti diet sehat juga merupakan salah satu kunci.

Baca juga: 8 Cara Mengurangi Rasa Nyeri Payudara Saat Hamil

Mencoba beradaptasi dengan mengubah posisi dan gerakan

Persiapan melahirkan normal dengan mengubah posisi dan gerakan: menggunakan bantal, bola persalinan, dan kursi

Salah satu cara paling bermanfaat untuk menghadapi persalinan adalah gerakan. Bergoyang, berjalan, dan gerakan lainnya dapat membantu Ibu mengatasi rasa sakit kontraksi dan menjaga kemajuan persalinan. Ibu dapat mencoba berbagai posisi selama persalinan, termasuk berdiri atau bersandar pada pasangan, duduk, dan berlutut–baik tegak atau merangkak.

Jika ingin mengubah gerakan, cobalah berjalan-jalan atau bergoyang di kursi atau di atas bola persalinan. Bergerak berkeliling dapat membuat kecemasan dan rasa sakit Ibu mereda. Sebuah penelitian yang mengamati posisi dan gerakan selama tahap pertama persalinan menunjukkan bahwa berdiri tegak atau berjalan dapat mempersingkat durasi proses pembukaan.

Beberapa posisi persalinan akan meringankan rasa sakit Ibu, sementara posisi yang lain dapat membantu posisi bayi untuk siap keluar:

  • Selama tahap mendorong agar bayi keluar, posisi tegak dapat membantu bayi Ibu turun/keluar dari rahim. 
  • Berlutut adalah posisi netral gravitasi yang dapat memberi Ibu jeda di antara kontraksi. 
  • Sementara itu, jongkok dapat membantu memperluas area panggul untuk mempercepat keluarnya bayi. 
  • Ibu dapat menggunakan posisi berbaring miring untuk memperlambat persalinan. 
  • Dan jika berada dalam posisi duduk, baik di atas bola persalinan atau di kursi yang diputar ke belakang, Ibu dapat membiarkan gravitasi membantu dalam proses persalinan.

Posisi terbaik adalah posisi saat Ibu merasa nyaman melakukannya. Jadi, jangan ragu untuk mencoba berbagai posisi selama persiapan melahirkan normal dan tentukan posisi yang membuat Ibu paling nyaman.

Pijat, sentuhan, terapi panas dan dingin

Persiapan melahirkan normal dengan pijat

Dalam persiapan melahirkan normal, melakukan pijat dapat meningkatkan relaksasi, menenangkan otot yang tegang, dan dapat mengurangi persepsi Ibu tentang nyeri persalinan. Ibu bisa mendapatkan pijatan dari doula atau dari pasangan–sentuhan orang tersayang—bisa sangat menenangkan jika Ibu merasa cemas. Ibu juga mungkin bisa terhibur dengan sapuan ringan, atau mungkin lebih suka sentuhan yang lebih kuat agar rileks.

Banyak Ibu menggunakan kompres hangat atau botol air panas di perut bagian bawah atau punggung yang sakit –atau di mana pun yang terasa tidak nyaman– untuk membuat Ibu rileks dan mengurangi rasa sakit. Beberapa Ibu menemukan kompres dingin lebih menenangkan, sementara yang lain lebih suka panas dan dingin bergantian. Setiap kompres patut dicoba. Pastikan untuk melindungi kulit dari kontak langsung dengan panas atau dingin.

Hidroterapi

Persiapan melahirkan normal dengan hidroterapi

Hidroterapi ialah berendam menggunakan air untuk menenangkan dan merilekskan tubuh, dapat membantu meringankan ketidaknyamanan persalinan. Beberapa layanan hidroterapi tersedia di rumah sakit atau klinik fisioterapi, tapi tidak semua memilikinya. 

Bagi sebagian Ibu selama awal persalinan, berendam di bak mandi rumah terasa nyaman. Sebagian besar klinik bersalin dan beberapa rumah sakit menyediakan bak ekstra besar atau bergaya Jacuzzi untuk Ibu yang akan melahirkan. Untuk persiapan melahirkan di rumah, beberapa Ibu ada yang menyewa bak khusus portable yang berukuran lebih besar, lebih dalam, dan lebih empuk dari bak mandi biasa.

Membenamkan diri ke dalam air dapat mengurangi tekanan pada tubuh, meningkatkan relaksasi otot, dan dapat mengurangi rasa sakit, kecemasan, dan kebutuhan akan pengobatan. Terlebih lagi, ada bukti yang menunjukkan bahwa hidroterapi juga dapat mengurangi lamanya tahap pertama persalinan.

Jika memilih untuk berendam, pastikan air bak berada pada suhu tubuh –sekitar 37 °C—atau lebih dingin. Suhu yang lebih tinggi dapat meningkatkan suhu Ibu dan bayi, serta detak jantung bayi.

Tidak semua Ibu bisa melakukan hidroterapi selama persalinan, contohnya jika Ibu memiliki komplikasi kehamilan yang harus dipantau secara rutin dan air ketuban sudah pecah. Sebagian besar pengasuh persalinan tidak menyarankan hidroterapi jika ketuban sudah pecah untuk menghindari risiko infeksi bakteri yang mungkin ada di bak mandi, selang, atau semburan air.

Mempersiapkan barang-barang yang dibutuhkan untuk persalinan

Persiapan melahirkan normal dengan mempersiapkan barang Ibu dan bayi

Selain mempersiapkan bagaimana caranya menjadi rileks sebelum persalinan, Ibu perlu juga mempersiapkan barang-barang untuk Ibu dan bayi nanti. Untuk Ibu, biasanya hanya memerlukan baju ganti yang nyaman. Justru persiapan barang untuk bayinya yang agak ribet, biasanya banyak barang yang belum dipunya sebelumnya. Contohnya seperti: baju, celana, sepatu, stroller, gendongan, bedong bayi, popok, dot susu, dan lain sebagainya.

Baca juga: 5 Tips Lengkap Merawat Bayi, Orang Tua Baru Wajib Tahu!

Mempersiapkan organ intim untuk melahirkan

Persiapan melahirkan normal dengan memperkuat organ intim

Latihan senam kegel dan pijat perineum ialah cara yang bagus untuk memperkuat dan meregangkan otot dasar panggul dalam persiapan melahirkan normal dan bisa dilakukan sendiri.  Ibu bisa mulai melakukan senam kegel di trimester ketiga. Saat mendekati minggu ke 36 kehamilan, Ibu juga harus mulai mempersiapkan perineum untuk melahirkan dengan meregangkan perineum secara perlahan setiap hari. Jika Ibu belum tahu, perineum terletak area di antara otot vagina dan anus yang menghubungkan otot dasar panggul. Pijat perineum akan membantu mempermudah persalinan dan juga mencegah robeknya jaringan vagina ketika melahirkan nanti. 

Bertanya kepada yang sudah berpengalaman

Persiapan melahirkan normal dengan bertanya kepada yang berpengalaman

Sebelum menghadapi “medan perang” persalinan, tentu saja sebelum itu Ibu harus mengetahui seperti apa bentuk medan perangnya. Hal ini, bisa Ibu ketahui dengan bertanya kepada orang yang punya pengalaman melahirkan sebelumnya. Ibu bisa menanyakan bagaimana rasanya melahirkan normal, seperti apa gambaran melahirkan normal, apa saja persiapan melahirkan normal versinya, di mana melahirkannya, apa saja yang ia persiapkan sebelumnya, dan lain-lain, sesuai kebutuhan Ibu. Bertanya pada orang yang sudah berpengalaman melahirkan sebelumnya dapat meningkatkan wawasan Ibu agar lebih siap menghadapi persalinan nantinya.

Baca juga: Hamil setelah Berhenti KB? Lakukan 4 Kunci Ini!

Jangan terpengaruh video atau cerita lahiran yang menakutkan

Persiapan melahirkan normal dengan tidak menonton video atau cerita lahiran yang membuat trauma

Di samping banyaknya cerita bahagia saat melahirkan, pasti ada saja cerita yang bikin Ibu takut melahirkan. Apabila Ibu tidak sengaja membaca atau menontonnya, jangan dimasukkan pikiran, ya! Perlu Ibu ketahui bahwa tidak semua hal buruk yang terjadi di hidup orang lain, akan Ibu alami juga. Ibu perlu tetap tenang dan jangan panik. Jika sudah mempersiapkan segalanya, mulai dari mengatur pernapasan untuk mengejan sampai mempersiapkan barang bayi, sekarang mulailah berpasrah diri dan berdoa agar Ibu dapat melahirkan normal dan lancar. 

Tentu saja, masing-masing cara melahirkan punya plus dan minusnya tersendiri, tidak ada yang lebih unggul. Persepsi nyeri yang dialami saat persalinan bahkan bisa berbeda antara satu persalinan dan persalinan lainnya. Bila cara melahirkan Ibu nanti tidak sesuai rencana atau harapan Ibu sebelumnya, jangan kecewa, karena yang terpenting adalah keselamatan Ibu dan bayi. Setelah bayi lahir dengan selamat dan sehat tanpa kurang suatu apapun, rasa sakit yang Ibu rasakan itu perlahan sirna dan berganti lega. 

Apabila Ibu punya teman yang mungkin sedang bingung bagaimana persiapan melahirkan normal, jangan lupa share artikel ini biar manfaatnya tidak berhenti di Ibu, ya! Yuk jadi Ibu yang update informasi kekinian seputar kehamilan dengan cara download aplikasi Bukubumil di Play Store ya!

REFERENSI

Related Posts

Comments

Stay Connected

spot_img

Recent Stories