Memelihara Hewan Saat Hamil? Catat 12 Dampaknya Bagi Ibu!

Memelihara hewan saat hamil? catat 12 dampaknya bagi ibu! : Dampak memelihara hewan bagi ibu hamil

Bagi sebagian orang hewan peliharaan adalah sumber kebahagiaan tersendiri karena menggemaskan dan setia. Namun, banyak ahli merekomendasikan beberapa hal yang harus diperhatikan karena faktanya terdampak dampak negatifnya terhadap kesehatan ibu hamil, Bu! Hmm, apa saja ya dampaknya? Apakah bisa diantisipasi? Yuk, mari kita cari tahu penjelasannya secara lebih mendalam pada artikel ini!

Manfaat Memelihara Hewan

Memelihara hewan saat hamil? catat 12 dampaknya bagi ibu! : Manfaat memelihara hewan

Sampai saat ini, studi mengenai interaksi antara manusia dan hewan masih tergolong baru namun beberapa diantaranya sudah menunjukkan hasil yang positif. Berikut beberapa manfaat yang dapat dirasakan:

  1. Meningkat kadar hormon kortisol yang dapat mengurangi tingkat stress dan keresahan,
  2. Menurunkan tekanan darah sehingga dapat mengurangi risiko penyakit jantung, 
  3. Mengurangi rasa kesepian karena menjadi sumber pemenuhan dukungan sosial,
  4. Memperbaiki suasana hati (mood), 
  5. Meningkatkan kebugaran melalui aktivitas fisik yang dilakukan bersama seperti berkeliling,
  6. Bagi perkembagan anak; membantu proses perkembangan otak, melatih fokus, bersikap empati, meningkatkan kepercayaan diri, dan kemampuan bersosialisasi lainnya,
  7. Bagi perawatan pasien penyakit kronis seperti kanker dan diabetes; menjadi mitra untuk melatih kesadaran diri (mindfulness) dalam mengurangi rasa sakit dan pengelolaan rasa sakit, dan
  8. Bagi kesehatan ibu hamil; membantu ibu hamil merasa lebih tenang dan meredakan stres, serta meningkatkan perasaan bahagia dan kebahagiaan.

Baca juga: Stres Saat Kehamilan: Ini 10 Cara Mengatasinya

Risiko Penyakit yang Mengancam Ibu dan Bayi

Memelihara hewan saat hamil? catat 12 dampaknya bagi ibu! : Penyakit menular dari hewan ke ibu hamil dan bayi

Segudang manfaat yang sudah dijelaskan sebelumnya nyatanya juga beriringan dengan risiko penyakit khususnya bagi ibu hamil yang secara alamiah memiliki imunitas yang lebih lemah. Sama seperti manusia, hewan juga membawa sumber penyakit dalam bentuk bakteri, virus, parasit, bahkan jamur. Jenis penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia ini sebagai zoonosis. Umumnya penularan terjadi melalui gigitan, cakaran, kontak langsung dengan feses, air liur, atau serpihan kulit (ketombe) hewan peliharaan tersebut.

Berikut beberapa jenis zoonosis yang mengancam kesehatan ibu dan juga bayi yang dikandung:

  1. Kampilobakteriosis: Infeksi yang menyebabkan gejala diare, sakit perut, dan demam,
  2. Cat Scratch Disease (CSD): Tanda infeksi bakteri yang juga melingkupi pembengkakan dan melunaknya kelenjar getah bening (limfa), demam, sakit kepala, dan kelelahan,
  3. Rabies: Virus yang masuk ke sistem saraf dan otak melalui gigitan hewan, khususnya anjing. Gejala yang ditimbulkan seperti sikap agresif, kejang otot, kelumpuhan, dan sensitifitas ekstrim terhadap cahaya dan suara,
  4. Tick-Borne Disease: Infeksi akibat gigitan kutu yang ditularkan dari hewan setelah terinfeksi khususnya saat berada di luar rumah. Umumnya menimbulkan gejala seperti leher kaku, nyeri sendi, dan jantung berdebar,
  5. Ringworm (Kurap): Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur setelah memegang hewan khususnya anjing dan kucing yang sudah terinfeksi sebelumnya. Gejala umum yang ditimbulkan seperti tanda bulat pada tubuh dengan kondisi kulit yang kering dan kemerahan secara lokal,
  6. Toksokariasis: Penyakit ini ditularkan melalui sentuhan terhadap feses hewan khususnya anjing dan kucing peliharaan yang mengandung cacing gelang yang sebelumnya sudah menginfeksi saluran pencernaan hewan peliharaan. Gejala umum yang ditimbulkan yaitu demam, batuk atau bersin, pembengkakan hati, gatal-gatal, dan pembengkakan kelenjar getah bening,
  7. Toksoplasmosis: Infeksi parasit yang terkandung dari feses hewan. Faktanya penyakit ini tidak menimbulkan gejala namun akan sangat berbahaya bagi ibu hamil yaitu menimbulkan infeksi pada janin berupa toksoplasmosis kongenital yang dapat berujung keguguran atau masalah kesehatan bayi pasca kelahiran,
  8. Kriptokokosis: Infeksi dari paparan kotoran hewan khususnya burung merpati yang menimbulkan peradangan pada paru-paru (pneumonia) dan membran terluar otak (meningitis),
  9. Psittacosis (Parrot Fever): Infeksi dari kotoran atau debu dari kandang hewan khususnya sangkar burung yang menimbulkan batuk, demam tinggi, dan sakit kepala,
  10. Salmonellosis: Infeksi bakteri yang menimbulkan gejala sakit perut, diare, muntah, dan demam. Umumnya sering disebabkan dari sentuhan langsung pada ayam, bebek, reptil, dan hewan amfibi,
  11. Lymphocytic choriomeningitis (LCM): Infeksi virus karena paparan urin, feses, atau liur hewan khususnya hewan pengerat (tikus dan hamster) yang menimbulkan gejala mirip flu dan bisa berujung fatal seperti penyakit meningitis (radang selaput otak) dan ensefalitis (radang otak), dan
  12. Mycobacterium marinum: Infeksi yang ditimbulkan karena terpaparnya kulit yang luka dengan air (di akuarium atau kolam) yang terkontaminasi bakteri. Umumnya menimbulkan gejala infeksi yang umum pada kulit.

Baca juga: 9 Ciri-ciri Ibu Memiliki Kehamilan yang Sehat

Cara Mencegah Penularan Penyakit Dari Hewan Peliharaan

Memelihara hewan saat hamil? catat 12 dampaknya bagi ibu! : Cara mencegah penularan penyakit dari hewan

Dengan beberapa risiko tersebut, beberapa ahli menyarankan bagi Ibu yang hendak mengadopsi hewan peliharaan untuk menunda terlebih dahulu rencananya. Sedangkan bagi Ibu yang sudah memiliki hewan peliharaan untuk meminimalisir kontak langsung dengan hewan peliharaan. Berikut beberapa tahapan pencegahannya:

  1. Saat menjalani program hamil

Ibu bisa melakukan beberapa tes yang rentan terinfeksi pada pemelihara hewan yaitu tes TORCH yang terdiri dari Toxoplasmosis, Other (HIV, Virus Hepatitis, Varicella, Parvovirus), Rubella, Cytomegalovirus (CMV), Herpes simplex, dan Sifilis dan tes kulit atau atau antibodi khususnya terhadap alergen kucing dan anjing. Jika Ibu belum dinyatakan belum memiliki antibodi spesifik untuk jenis-jenis penyakit ini, maka diharapkan Ibu harus melakukan upaya proteksi lebih dan mengatur kadar kontak langsung untuk mencegah penularan penyakit dari hewan peliharaan.

  1. Saat kehamilan
    • Cuci tangan: Selalu cuci tangan setiap sehabis memegang hewan. Hindari untuk memberikan makan dan membersihkan feses hewan selama kehamilan. Jika terpaksa, pastikan Ibu menggunakan sarung tangan dan mencuci tangan setelahnya termasuk saat memegang makanan atau alat untuk memelihara hewan lainnya,
    • Meminta bantuan orang lain untuk merawat: Jika memungkinkan, Ibu dapat mempercayakan perawatan hewan peliharaan sementara kepada orang terdekat atau jasa penitipan hewan,
    • Jauhkan interaksi hewan peliharaan dengan hewan liar: Pastikan hewan lingkaran interaksi peliharaan terjaga untuk meminimalisir penularan penyakit khususnya dari hewan liar,
    • Bawa hewan ke dokter hewan secara berkala: Pemeriksaan berkala diperlukan agar hewan terpantau kondisi kesehatannya serta terpenuhi kebutuhannya jika memerlukan perawatan khusus, dan
    • Lakukan respon cepat jika tergigit: Jika tergigit hewan, pastikan untuk mengetahui riwayat kesehatan dan vaksinasi hewan. Jika lukanya ringan, hentikan pendarahan, bersihkan dengan sabun dan air, dan hubungi dokter. Namun, jika luka parah, segera pergi ke dokter atau rumah sakit.

Baca juga: Sebelum Promil, Lakukan 7 Persiapan Fisik Ini

Tips Khusus Untuk Memelihara Hewan Berdasarkan Jenisnya 

Memelihara hewan saat hamil? catat 12 dampaknya bagi ibu! : Tips khusus perawatan hewan berdasarkan jenis

Berikut tabel yang berisi tips tambahan untuk merawat hewan peliharaan berdasarkan jenisnya untuk meminimalisir peluang penularan penyakit zoonotik:

Jenis HewanTips Khusus
Anjing– Berhati-hatilah di sekitar anjing besar, bahkan jika mereka bersahabat.
– Anjing besar dapat melompat di atas perut Ibu.Jika anjing Anda cenderung memiliki perilaku yang tidak teratur, daftarkanlah pada kelas pelatihan khusus.
Kucing– Hindari memberi makan kucing Anda daging mentah, yang lebih mungkin mengandung parasit.
– Tutup kotak pasir outdoor untuk mencegah kucing atau kucing lain menggunakannya sebagai toilet.
Ikan– Gunakan sarung tangan ketika membersihkan akuarium, terutama jika ada luka di tangan.
– Jika ada ikan yang sakit atau mati, segera keluarkan dan gunakan sarung tangan atau minta orang lain untuk melakukannya.
Hewan pengerat/rodent (tikus, hamster, kelinci, dan lain-lain)– Hindari membersihkan kandang di dapur dan jangan membawa hewan kecil ke dapur. 
– Hindari mencium hewan atau memeluknya dekat dengan wajah Anda.
Reptil dan hewan amfibi (kadal, kura-kura, ular, katak, salamander)– Jauhkan hewan seperti ini dari dapur dan tempat penyimpanan makanan.
– Jika tergigit, bersihkan area tersebut dan periksa ke dokter.
– Jika tergigit oleh hewan berbisa atau beracun lainnya, segera pergi ke klinik atau rumah sakit terdekat
Kuda– Periksakan setiap hari untuk memastikan tidak ada kutu loncat. 
– Gunakan pengusir kutu yang aman
– Kurangi populasi kutu di sekitar kuda dengan memotong rumput tinggi dan membasmi tikus.
Tabel 1: Tips Khusus Perawatan Peliharaan Berdasarkan Jenisnya

Baca juga: 9 Komplikasi Kehamilan yang Wajib Ibu Tahu!

Cara Mempersiapkan Hewan Peliharaan dengan Kehadiran Si Buah Hati

Memelihara hewan saat hamil? catat 12 dampaknya bagi ibu! : Cara mempersiapkan hewan peliharaan bayi atas kelahiran bayi

Kehadiran buah hati dapat mempengaruhi siapapun yang ada di rumah baik manusia maupun hewan yang tinggal di dalamnya. Dengan melakukan persiapan bertahap, maka Ibu dapat lebih siap dengan transisi yang terjadi dan menjamin keamanan bayi. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan khususnya bagi Ibu yang memelihara hewan dengan intensitas interaksi yang tinggi seperti anjing dan kucing:

  1. Periksakan kesehatan hewan secara berkala: Pastikan hewan anda tervaksinasi dan diobati secara tepat waktu,
  2. Latihan kepatuhan: Melatih mereka untuk patuh pada perintah sederhana seperti duduk, diam, dan pergi ke kandang mereka. Pelatihan ini dapat membantu mengatasi kebiasaan buruk seperti melompat dan terlalu banyak menggonggong, 
  3. Menetapkan batasan: Tetapkan batasan area yang boleh dan tidak untuk dimasuki oleh hewan peliharaan. Pastikan bahwa batasan dapat sepenuhnya aman bahkan saat tidak diawasi misalnya dengan membuat pagar dan lain sebagainya. Lakukan latihan ini dengan sistem penghargaan (reward), 
  4. Ajari hewan peliharaan untuk menghibur dirinya: Ajari hewan peliharaan mampu menyenangkan dirinya sendiri secara perlahan-lahan  misalnya dengan mengunyah mainan di kandang atau tikar dengan sistem penghargaan. Hal ini akan membantu Anda saat sedang mengurus bayi dan menghindari anjing mengganggu atau merasa diabaikan,
  5. Mengadopsi jadwal baru: Biasakan hewan menghadapi rutinitas dengan jadwal dengan waktu yang akan menyesuaikan dengan siklus aktivitas bayi. Sesuaikan jadwal makan, tidur dan rutinitas mereka secara bertahap. Latihan bayi,
  6. Latihan bayi: Orang tua sebaiknya membiasakan hewan dengan perubahan jadwal dan suara bayi. Beberapa pelatih hewan merekomendasikan penggunaan losion bayi untuk membiasakan hewan dengan bau-bauan bayi. Untuk hewan yang sensitif dengan suara, dianjurkan untuk memainkan rekaman tangisan bayi sebagai rangsangan.
  7. Hal yang harus diperhatikan saat membawa bayi ke rumah: Terdapat beberapa tips yang dapat Ibu lakukan, diantaranya:
  • Setelah pulang dari rumah sakit atau klinik, biarkan seseorang selain Ibu yang memegang bayi,
  • Biarkan hewan mengekspresikan kegembiraannya dan berikan perhatian dan waktu untuk tenang,
  • Ketika hewan sudah tenang, Ibu disarankan untuk membiasakan duduk di antara bayi dan hewan peliharaan. Beri hadiah jika hewan menampakkan karena perilaku yang tenang dan manis, 
  • Perlu diingat bahwa tindakan agresif bisa terjadi dengan cepat bahkan oleh hewan peliharaan yang paling terpercaya sekalipun sehingga sikap hati-hati harus terus dipertahankan, dan
  • Tetap buat hewan peliharaan merasa istimewa dengan memasukkan mereka dalam rutinitas Ibu dan setidaknya meluangkan waktu berdua selama 5-10 menit.

Baca juga: 5 Tips Lengkap Merawat Bayi, Orang Tua Baru Wajib Tahu!

Dalam memutuskan untuk memelihara hewan saat hamil, ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Namun, salah satu yang paling penting adalah dampaknya terhadap kesehatan ibu dan bayi. Sebagian besar dampak tersebut dapat dihindari dengan menjaga kebersihan dan kesehatan hewan peliharaan Ibu, tetapi beberapa hal seperti risiko infeksi masih bisa terjadi. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan kesehatan diri sendiri dan bayi dalam memelihara hewan peliharaan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi jika Anda memiliki kekhawatiran atau pertanyaan tentang memelihara hewan saat hamil.

Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada teman-teman dan keluarga Anda, dan kunjungi website bukubumil.com atau instal aplikasi BukuBumil untuk informasi dan saran lebih lanjut tentang kesehatan ibu dan bayi selama kehamilan.

Referensi:

  1. National Institutes of Health. (2018, February). The power of pets. https://newsinhealth.nih.gov/2018/02/power-pets
  2. KidsHealth. (n.d.). Pet infections. https://kidshealth.org/en/parents/pet-infections.html
  3. University of Michigan School of Public Health. (2019, January 24). Pets and pregnancy: Is it safe? [Blog post]. The Pursuit. Retrieved from https://sph.umich.edu/pursuit/2019posts/pets-and-pregnancy-012419.html
  4. Centers for Disease Control and Prevention. (n.d.). Pregnancy around animals. Healthy Pets, Connect Newsletter. https://www.cdc.gov/healthypets/connect/newsletter/pregnancy-around-animals.html
  5. Verywell Family. (2022, January 20). The pets you should be wary of during pregnancy. https://www.verywellfamily.com/pets-and-pregnancy-4686710
  6. UT Southwestern Medical Center. (n.d.). Pets and Pregnancy. Retrieved from https://utswmed.org/medblog/pets-and-pregnancy/

Related Posts

Comments

Stay Connected

spot_img

Recent Stories