7 Tips Rahasia Agar Bayi Tidur Nyenyak Sepanjang Malam

Ilustrasi bayi tidur nyenyak (sumber: pexels.com)

Hai, Ibu-ibu hebat! Memiliki bayi yang tidur nyenyak sepanjang malam adalah hal yang sangat diidamkan oleh semua Ibu, karena tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting bagi kesehatan dan perkembangan bayi. Namun, tidak semua bayi dapat tidur dengan mudah dan teratur di malam hari. Hal ini tidak jarang menyebabkan sebagian Ibu merasa khawatir, lelah, dan kurang waktu tidur. Oleh sebab itu, BukuBumil hadir dengan beberapa tips rahasia agar bayi tidur nyenyak sepanjang malam. Dengan tips-tips praktis dan efektif  ini, diharapkan dapat membantu Ibu menciptakan rutinitas tidur yang baik bagi si kecil, serta dapat merawat bayi dengan lebih tenang dan santai. Yuk, simak penjelasannya!

Manfaat Tidur bagi Bayi

Ilustrasi bayi tidur nyenyak setelah beraktivitas (sumber: depositphotos)

Tidur adalah kebutuhan yang harus dipenuhi setiap orang, terutama bayi. Selain sebagai waktu untuk bayi memulihkan energi dan tenaganya setelah puas beraktivitas, tidur juga merupakan saat di mana otak bayi bekerja untuk mengolah dan mengembangkan informasi yang telah diperoleh. Selama tidur, tubuh bayi melepaskan hormon pertumbuhan (somatotropin), yang dibutuhkan agar bayi dapat tumbuh dengan sehat. Jadi, tidur tidak hanya penting untuk bayi beristirahat, tetapi juga membantu mengoptimalkan perkembangan otak dan tubuh bayi.

Baca juga: 5 Tips Lengkap Merawat Bayi, Orang Tua Baru Wajib Tahu!

Kebutuhan Tidur Bayi

Ilustrasi pertumbuhan bayi (sumber: depositphotos)

Jumlah jam tidur yang dibutuhkan bayi bervariasi dan tergantung pada usianya. Berikut perkiraan waktu rata-rata tidur yang dibutuhkan bayi selama periode 24 jam, dan termasuk pada tidur siang:

  • Bayi baru lahir membutuhkan waktu tidur sebanyak 16-18 jam,
  • Bayi usia 3 bulan membutuhkan waktu tidur sebanyak 15 jam,
  • Bayi usia 6-12 bulan membutuhkan waktu tidur sebanyak 14 jam, dan
  • Bayi usia 1,5-2 tahun membutuhkan waktu tidur sebanyak 13 jam. 

Secara umum, bayi baru lahir tidur sekitar 8 jam di siang hari dan sekitar 8-9 jam di malam hari, tetapi mereka mungkin terbangun setiap 1-2 jam. Sebagian besar bayi baru mulai tidur sepanjang malam (6-8 jam) tanpa terbangun ketika mereka berusia sekitar 3 bulan, atau saat berat badan mencapai 12-13 kg. Namun, penting untuk Ibu ingat bahwa ini hanya perkiraan saja, karena setiap bayi memiliki pola tidur yang unik serta mungkin berbeda dari penjelasan di atas. 

Baca juga: 11 Ide Nama Bayi Indonesia yang Cantik dan Tampan

Tips Agar Bayi Tidur Nyenyak

Pada umumnya, bayi belum mampu mengatur pola tidur dan bangunnya sendiri. Selain itu, tidak semua bayi tahu bagaimana cara tidur sendiri, dan beberapa bahkan tidak dapat kembali tidur nyenyak jika terbangun di malam hari. Kebanyakan Ibu ingin membantu agar bayi segera tidur, dengan mengayun atau menyusui mereka sebelum tidur. Menetapkan rutinitas sebelum tidur dapat membantu bayi merasa tenang dan tidur nyenyak. Namun, tidak disarankan untuk membiarkan bayi tidur dalam pelukan Ibu, karena bayi dapat terbiasa dan tergantung pada Ibu untuk bisa tertidur. Oleh sebab itu, berikut beberapa cara yang dapat Ibu lakukan agar bayi tidur nyenyak sepanjang malam:

1. Buatlah Rutinitas sebelum Tidur

ilustrasi Ibu melakukan rutinitas sebelum tidur agar bayi tidur nyenyak (sumber: depositphotos)

Agar bayi tidur nyenyak sepanjang malam, disarankan untuk memulai rutinitas sebelum tidur sejak dini. Beberapa Ibu mulai memperkenalkan rutinitas tidur kepada bayi sejak usia 6-8 minggu. Pastikan rutinitas tersebut sederhana dan konsisten agar mudah diikuti setiap malam. Perubahan kecil dalam rutinitas bayi bisa membuat mereka merasa tidak nyaman dan sering terbangun di malam hari. Rutinitas sebelum tidur sebaiknya terdiri dari campuran aktivitas tidur yang teratur dan dapat menenangkan bayi, seperti membedong, menimang-nimang bayi, memijat bayi, atau membacakan buku cerita. Dengan melakukan rutinitas sebelum tidur, dapat memberikan dampak positif bagi kualitas tidur bayi. 

Berikut beberapa hal yang perlu Ibu perhatikan dalam membuat rutinitas sebelum tidur:

  • Mainkan permainan yang aktif di siang hari dan permainan yang tenang di malam hari dapat membuat bayi merasa rileks sebelum tidur. Dengan bermain permainan aktif di siang hari, bayi akan lelah karena aktivitas sepanjang hari dan akan lebih mudah tertidur di malam hari. Namun, perlu diingat jangan sampai bayi terlalu lelah ya, Bu!
  • Lakukan kegiatan yang sama dan dalam urutan yang sama setiap malam.
  • Buat setiap kegiatan menjadi tenang dan damai, terutama menjelang akhir rutinitas.
  • Kebanyakan bayi senang mandi tepat sebelum tidur, sehingga dapat membuat mereka tenang.
  • Lakukan aktivitas favorit bayi di akhir rutinitas, dan lakukan di kamar tidur. Ini dapat membantu agar bayi menantikan waktu tidur dan menghubungkan kamar tidur dengan kegiatan yang mereka sukai.
  • Buat kondisi malam hari di kamar tidur bayi konsisten. Jika bayi terbangun tengah malam, suara dan cahaya di kamar harus sama seperti saat mereka tertidur. Jika Ibu ingin memberikan makan atau mengganti pakaian bayi di malam hari, jaga agar lampu tetap redup dan tidak terlalu banyak berbicara. Hal ini bertujuan agar bayi dapat dengan mudah tidur kembali.

Baca juga: 5 Posisi Menyusui Bayi yang Benar, Ibu Sudah Pernah Coba?

2. Perhatikan Tanda saat Bayi Mengantuk 

Ilustrasi bayi menguap dan pertanda ingin tidur (sumber: depositphotos)

Untuk mengatasi jadwal tidur bayi yang belum teratur, penting bagi Ibu untuk memahami tanda-tanda kelelahan pada bayi agar dapat membantu mereka tidur lebih nyenyak. Saat bayi berusia 3-4 bulan, pola tidurnya akan mulai terlihat dan Ibu akan lebih mudah membaca tanda-tanda saat mereka mengantuk. 

Ibu harus selalu memerhatikan rasa kelelahan yang berlebihan pada bayi, dan jangan percaya mitos bahwa semakin lama bayi terjaga di siang hari, maka semakin baik tidurnya di malam hari. Sebaliknya, bayi yang terlalu lelah akan lebih sulit tertidur dan tidurnya tidak nyenyak. Oleh karena itu, perhatikan tanda-tanda saat bayi mulai lelah dan ingin segera tidur, seperti menguap, menggosok mata, telinga, atau kepala, memalingkan wajah, dan menjadi rewel. Jika Ibu tidak memperhatikan tanda awal ini, bayi mungkin akan menangis secara berlebihan, tangannya akan meregang, dan tubuhnya akan terasa kaku saat menangis, yang akan membuatnya sulit dihibur atau ditenangkan. 

Baca juga: 4 Dampak Melewatkan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pada Bayi

3. Mengenalkan Waktu Tidur Siang dan Malam

Ilustrasi bayi tidur nyenyak di malam hari (sumber: depositphotos)

Bayi yang baru lahir belum mampu membedakan konsep waktu siang dan malam. Oleh sebab itu, Ibu disarankan untuk mengenalkan perbedaan waktu siang dan malam agar bayi dapat tidur nyenyak. Beberapa tips yang dapat diterapkan adalah:

  • Pada siang hari, sebaiknya jangan tutup semua gorden kamar dan biarkan bayi mendengarkan suara-suara yang ada di sekitar rumah. Hindari membiasakan bayi tidur di situasi yang terlalu hening, karena dapat membuat bayi mudah terbangun di kemudian hari. 
  • Pada malam hari, persiapkan kamar yang tenang dan gelap. Hindari menyalakan lampu, tetapi jika bayi tidak suka kegelapan, maka Ibu dapat menggunakan lampu tidur agar ruangan tetap redup dan tidak terlalu terang. Dengan demikian, bayi akan mengenali bahwa malam adalah waktu yang tepat untuk tidur.

Baca juga: Kenali 5 Bahaya Asap Rokok Bagi Ibu Hamil dan Calon Buah Hati, Suami juga Perlu Tahu!

4. Biasakan Bayi Tidur Siang secara Teratur

Ilustrasi Ibu membiasakan bayi agar tidur siang (sumber: pexels.com)

Ibu perlu memastikan bahwa bayi mendapatkan waktu tidur siang yang cukup agar bayi tidur nyenyak di malam hari. Jika bayi tidur terlalu lama di siang hari, maka mereka mungkin tidak akan tidur cukup lama di malam hari. Namun, kebiasaan ini dapat berubah sesuai kondisi, misalnya saat bayi sedang sakit atau tumbuh gigi. Untuk lebih jelasnya, Stanford Medicine Children’s Health telah merangkum kebutuhan waktu tidur siang untuk bayi sesuai umurnya dalam tabel berikut:

Usia BayiKebutuhan Waktu Tidur Siang Bayi (per 24 jam)
Bayi baru lahir8 jam
1 bulan7 jam
3 bulan4-5 jam
6 bulan4 jam
9-12 bulan3 jam
1,5 tahun2,5 jam
2 tahun2 jam

Melalui tabel tersebut, Ibu dapat menyesuaikan kebutuhan waktu tidur siang bayi sesuai dengan umurnya, guna memastikan bayi tidur nyenyak di malam hari. 

Baca juga: Ssst…9 Makanan ASI Booster, Yakin Udah Pernah Coba?

5. Biarkan Bayi Tidur di Kamar Orang Tua

Ilustrasi bayi tidur nyenyak di kamar orang tua dan tidur di dalam box bayi (sumber: depositphotos)

Para ahli merekomendasikan agar bayi tidur di kamar yang sama dengan orang tua selama 6-12 bulan pertama, baik saat tidur siang maupun malam. Namun, bayi harus ditempatkan di tempat tidur bayi, seperti keranjang bayi atau tempat tidur khusus bayi. Hal ini karena tempat tidur orang dewasa dapat menimbulkan risiko bagi bayi, seperti terperangkap di antara sisi kepala tempat tidur atau celah antara tempat tidur dan dinding. Selain itu, orang tua yang sedang tidur dapat secara tidak sengaja menutupi hidup dan mulut bayi, sehingga bayi dapat kekurangan oksigen dan mati lemas.

Tips ini sangat penting untuk diterapkan guna mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Selain itu, Ibu juga harus memastikan bahwa bayi tidak terpapar asap rokok dan menggunakan kasur yang keras dan rata untuk menurunkan risiko SIDS. 

Baca juga: 9 Ciri-ciri Ibu Memiliki Kehamilan yang Sehat

6. Mengurangi Kebiasaan Menyusu sambil Tidur

Ilustrasi Ibu mengurangi kebiasaan menyusu saat bayi tidur nyenyak (sumber: depositphotos)

Kebanyakan bayi terbiasa menyusu saat tidur karena mereka selalu disusui sebelum tidur atau ketika mereka terbangun dari tidur. Namun, hal ini dapat menyebabkan bayi sulit melepaskan kebiasaan ini di kemudian hari. Untuk menghindarinya, Ibu dapat mengurangi kebiasaan menyusui bayi sebelum tidur secara bertahap dengan menyusui lebih sedikit dan tidak terlalu sering serta menghentikan proses menyusui sebelum bayi tertidur. Penting bagi Ibu untuk mulai mengajarkan kebiasaan ini sejak dini dan tentunya setelah berkonsultasi dengan ahli kesehatan.

Baca juga: ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan? Temukan 9 Penyebabnya!

7. Berikan Bayi Waktu untuk Menenangkan Diri 

Ilustrasi bayi tidur nyenyak dan tidak berada dalam gendongan Ibu (sumber: depositphotos)

Saat bayi berusia 6-12 minggu, Ibu dapat menerapkan beberapa tips untuk membantu bayi menenangkan diri sendiri saat tidur. Ketika bayi mulai mengantuk, Ibu bisa meletakkannya di tempat tidur dan biarkan bayi tertidur dengan sendirinya. Sebaiknya, hindari membiasakan bayi tertidur dalam gendongan Ibu, karena ini akan menjadi perilaku yang sulit diubah di kemudian hari. Dengan melakukan rutinitas ini, bayi akan belajar untuk menenangkan dirinya sendiri untuk tidur, sehingga Ibu tidak perlu mengayunkan atau menimang mereka setiap kali terbangun di malam hari. 

Ketika bayi terbangun di tengah malam dan menangis memanggil Ibu, maka Ibu tetap dapat mengeceknya. Namun, sebaiknya Ibu membatasi waktu di sana dan memberi tahu bayi bahwa ini masih waktu tidur, bukan saat untuk bermain atau makan. Selanjutnya, Ibu dapat meletakkan tangan di dada bayi untuk menenangkan mereka selama beberapa saat, lalu tinggalkan ruangan (pastikan untuk meletakkan bayi dalam posisi telentang untuk menghindari sindrom kematian bayi mendadak). Selain itu, jika bayi mengalami kesulitan untuk tidur, Ibu dapat memajukan waktu tidur lebih awal, bukan lebih lambat. 

Baca juga: Puasa bagi Ibu Hamil: 4 Tips Tetap Sehat Saat Beribadah

Dalam menjalani  peran sebagai orang tua, pola tidur Ibu juga akan berubah. Meskipun Ibu merasa telah beradaptasi dengan pola tidur yang baru, tetapi pola tersebut dapat berubah lagi saat bayi memasuki tahapan perkembangan yang berbeda. Ibu jangan khawatir jika bayi sulit tidur sepanjang malam, karena itu bisa jadi pertanda bahwa bayi sedang mengalami percepatan pertumbuhan yang biasanya hanya berlangsung beberapa hari saja. Untuk membantu bayi tidur nyenyak sepanjang malam, Ibu perlu memahami kebiasaan dan cara bayi berkomunikasi. Nah, jika Ibu memiliki kekhawatiran atau pertanyaan terkait pola tidur bayi, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan ya, Bu! 

Terima kasih telah membaca artikel ini, dan semoga dapat menjadi referensi agar si bayi tidur nyenyak sepanjang malam ya, Bu. Sebarkan juga artikel ini ke sahabat-sahabat Ibu, supaya mereka menemukan solusi dalam membuat bayi tidur nyenyak. Ibu juga dapat mengunjungi website BukuBumil.com dan download aplikasi BukuBumil di Play Store untuk menemukan berbagai tips dan informasi lainnya seputar kehamilan dan melahirkan. Semangat dan semoga berhasil ya, Bu! 

Referensi:

Related Posts

Comments

Stay Connected

spot_img

Recent Stories