Operasi Caesar Solusi Fetal Distress? 5 Tips Mencegah Fetal Distress (Gawat Janin)

Selama kehamilan, fetal distress atau gawat janin adalah tanda bahwa janin tidak baik-baik saja di dalam kandungan. Dokter atau bidan harus memantau detak jantung janin dengan cermat dan Ibu mungkin harus menjalani operasi caesar untuk melindungi bayi.

Definisi Fetal Distress (Gawat Janin)

Fetal distress terjadi ketika janin tidak menerima oksigen yang cukup melalui plasenta selama kehamilan atau persalinan dan biasanya terdeteksi saat memeriksa detak jantung janin. Fetal distress kerap disamakan dengan asfiksia lahir  atau birth asphyxia.

Asfiksia lahir terjadi ketika bayi tidak memiliki jumlah oksigen yang cukup sebelum, selama, atau setelah persalinan. Penyebabnya antara lain kadar oksigen yang rendah dalam darah Ibu atau berkurangnya aliran darah karena tekanan tali pusat.

Karena banyak yang salah dalam memahami fetal distress dan asfiksia lahir, Komite Praktek Obstetri dari American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan bahwa istilah fetal distress diganti dengan “non-reassuring fetal status”, yang artinya adalah janin tidak dalam kondisi baik saat berada di dalam kandungan.

Penyebab Fetal Distress

Fetal distress terjadi ketika janin tidak menerima oksigen yang cukup karena masalah dengan plasenta atau masalah pada tali pusat atau karena Ibu memiliki kondisi kesehatan seperti diabetes dan penyakit ginjal.

Namun, ada beberapa hal lain yang menjadi faktor risiko dari fetal distress, yaitu:

  • Posisi janin yang tidak normal
  • Anemia
  • Komplikasi seperti kontraksi persalinan yang terlalu kuat atau terlalu sering
  • Distosia (kelambatan atau kesulitan persalinan normal)
  • Preeklamsia
  • Intrauterine growth restriction (IUGR) (kondisi pertumbuhan janin di dalam kandungan terhambat)
  • Makrosomia (bayi besar)
  • Mekonium (tinja bayi dalam cairan ketuban)
  • Oligohidramnion (kekurangan cairan ketuban)
  • Solusio plasenta (plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum proses persalinan)
  • Hipertensi akibat kehamilan (PIH)
  •  Usia kehamilan lebih dari 42 minggu
  • Ruptur uteri (lapisan dinding rahim robek)
  • Kompresi tali pusat, yang terjadi ketika tali pusat meninggalkan jalan lahir sebelum bayi keluar
  • Kondisi kesehatan seperti diabetes gestasional, masalah ginjal, dan masalah hati
  • Obesitas
  • Hamil bayi kembar

Tanda dan Gejala Fetal Distress

Beberapa tanda dan gejala umum dari fetal distress, meliputi:

  1. Detak jantung tidak normal 

Janin yang berkembang dengan baik di dalam rahim memiliki detak jantung yang stabil dan kuat. Perubahan detak jantung dan pola gerakan yang lebih lambat atau tidak ada gerakan sama sekali dapat menunjukkan janin dalam keadaan fetal distress. Detak jantung janin yang sehat harus antara 110 dan 160 denyut per menit (bpm). 

Berikut ini adalah kelainan detak jantung yang dapat dikaitkan dengan fetal distress:

  • Takikardia janin adalah detak jantung cepat yang tidak normal dengan detak jantung lebih tinggi dari 160 hingga 180 bpm.
  • Bradikardia janin adalah detak jantung yang lambat secara tidak normal dengan detak jantung kurang dari 110 bpm.
  • Deselerasi variabel terjadi ketika tali pusat terkompresi sehingga menyebabkan hipertensi janin atau penurunan oksigen
  • Detak jantung janin lambat yang mengakibatkan penurunan aliran darah ke plasenta.  
  1. Penurunan gerakan janin

Sekitar usia kehamilan 28 minggu, janin akan mulai membentuk pola gerakan. Dokter/bidan akan memonitor pergerakan bayi dan bertanya pada Ibu apakah ada perubahan dalam gerakan, seperti gerakan janin yang berhenti atau gerakan janin berkurang. Setiap penurunan atau perubahan abnormal gerakan janin bisa menjadi tanda gawat janin.

  1. Kram pada Ibu

Biasanya Ibu mengalami kram saat janin tumbuh dan kandungan membesar. Namun, jika kram yang dirasakan sakit dan disertai nyeri punggung yang parah, ini dapat menjadi gejala dari gawat janin dan komplikasi lainnya. Ibu dianjurkan berkonsultasi pada dokter/bidan segera.

  1. Kenaikan berat badan Ibu yang tidak normal

Biasanya, berat badan ibu hamil bertambah antara 0,9-1,81 kilogram pada trimester pertama dan sekitar setengah kilogram setiap minggunya. Penting bagi Ibu untuk rutin memeriksa kehamilan sehingga dokter/bidan dapat memantau penambahan berat badan.

  1. Pendarahan pada vagina

Saat ibu hamil mengalami pendarahan vagina, Ibu dianjurkan segera memeriksanya ke dokter/bidan. Pendarahan vagina dapat menyebabkan masalah-masalah berikut:

  • Plasenta previa (posisi plasenta berada di bagian bawah rahim)
  • Vasa previa  (pembuluh darah yang menghubungkan tali pusat ke plasenta (ari-ari) menghalangi mulut rahim
  1. Mekonium dalam cairan ketuban

Mekonium (tinja janin) biasanya tidak dikeluarkan dari usus janin sampai setelah lahir. Jika mekonium ditemukan dalam ketuban, bisa jadi hal ini merupakan gejala gawat janin. Tingkat cairan ketuban yang terlalu rendah atau terlalu tinggi juga dapat menunjukkan gejala gawat janin dan harus dipantau secara teratur.

Pencegahan Fetal Distress

Close-up hand check of pregnancy in hospital

Meskipun tidak ada cara untuk sepenuhnya mencegah fetal distress, berikut tips dari BukuBumil untuk mengurangi kemungkinan risikonya , yaitu:

  1. Makan makanan sehat

Makan yang sehat selama kehamilan dapat menghindari berbagai jenis komplikasi yang dapat mempengaruhi janin. Meskipun penting bagi Ibu mengonsumsi makanan bergizi tinggi, Ibu tidak boleh makan berlebihan karena dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang cepat dan komplikasi serius lainnya selama kehamilan yang dapat mengancam kehidupan janin.

  1. Pemeriksaan rutin

Perawatan prenatal secara teratur merupakan cara terbaik untuk mencegah risiko gawat janin, karena dokter/bidan dapat memantau Ibu selama kehamilan dan membuat rekomendasi untuk menghindari komplikasi untuk mencegah cedera pada bayi yang belum lahir.

  1. Operasi caesar yang dijadwalkan sebelumnya

Bila Ibu mengandung anak kembar, menjadwalkan operasi caesar sebelum proses persalinan dimulai dapat mencegah janin mengalami cedera. Misalnya, kelahiran kembar dapat menyebabkan tekanan yang tidak semestinya pada tali pusar, yang mengakibatkan kurangnya suplai oksigen ke janin. Menjalani operasi caesar sebelum persalinan dimulai dapat mengurangi risiko komplikasi bagi Ibu yang yang mengandung bayi kembar.

  1. Pemantauan janin selama persalinan dan kelahiran

Pemantauan janin adalah salah satu cara utama dimana fetal distress dapat dideteksi, dicegah dan diatasi. Ketika monitor jantung janin menunjukkan pola detak jantung yang tidak normal, hal ini memungkinkan dokter untuk bertindak cepat dan mengambil tindakan tersebut dalam keadaan bahaya yang diperlukan untuk menghindari potensi cedera

  1. Menghindari paparan teratogen 

Teratogen adalah racun yang dapat menyebabkan cacat pada janin. Selain menghindari alkohol, asap rokok, sangat penting bagi ibu hamil untuk juga menghindari paparan bahan pembersih, zat kimia, kotoran kucing, serta obat-obatan yang dijual bebas. Ibu dapat menghindari komplikasi ini dengan berkonsultasi pada dokter/bidan  sebelum mengonsumsi dan menjauhi  sesuatu yang dapat membahayakan janin.

Yuk Bun, share artikel ini!

Baca juga: 7 Jenis Cacat Lahir (Birth Defects) dan Cara Mencegahnya

Referensi:

Related Posts

Comments

Stay Connected

spot_img

Recent Stories