Kenali 5 Bahaya Asap Rokok Bagi Ibu Hamil dan Calon Buah Hati, Suami juga Perlu Tahu!

Kenali 5 Bahaya Asap Rokok Bagi Ibu Hamil dan Calon Buah Hati, Suami juga Perlu Tahu! : Lelaki merokok

Rokok merupakan benda yang cukup sering ditemui, baik dalam lingkungan rumah maupun di luar rumah. Merokok adalah aktivitas yang berbahaya bagi perokok itu sendiri dan orang-orang di sekitarnya, termasuk bagi ibu hamil. Sayangnya aktivitas ini bahkan sering kali dilakukan oleh anggota keluarga sendiri seperti suami, ayah, atau kerabat yang lain. Hal ini tentunya sangat tidak baik bagi kesehatan ibu hamil karena ibu hamil menjadi perokok pasif. Lalu apa sajakah bahaya asap rokok bagi ibu hamil? Apakah asap rokok juga bedampak bagi janin? Mari kita lihat penjelasan bahaya asap rokok yang telah dirangkum Bukubumil berikut ini!

Ibu Sebagai Perokok Pasif

Kenali 5 Bahaya Asap Rokok Bagi Ibu Hamil dan Calon Buah Hati, Suami juga Perlu Tahu! : Bahaya asap rokok bagi ibu hamil

Perokok memiliki dua jenis, yakni perokok aktif atau orang yang merokok dan perokok pasif atau orang yang tidak merokok tapi menghirup asap rokok. Menjadi seorang perokok aktif tentunya merupakan hal yang buruk untuk dilakukan, tapi menjadi perokok pasif juga tidak kalah berbahaya karena perokok pasif ikut menghirup zat-zat berbahaya yang ada di dalam rokok. Faktanya, pada suatu penelitian telah ditemukan nikotin dalam darah sebagian besar orang perkotaan yang tidak pernah merokok. Hal ini menjadi bukti bahwa orang yang tidak pernah merokok juga mendapati senyawa yang sama seperti yang dihirup oleh seorang perokok.

Rokok memiliki 7.000 bahan kimia yang beberapa diantaranya adalah zat beracun. Zat-zat tersebut antara lain:

  • Karbon monoksida (CO),
  • Polycylic aromatic hydrocarbons (PAHs),
  • Benzopyrenes,
  • Tar,
  • Vinil klorida, dan
  • Nitro-sonor nicotine

Bisa dibayangkan jika Ibu berada pada lingkungan yang penuh asap rokok maka Ibu juga menghirup zat-zat tersebut walaupun Ibu tidak merokok. Parahnya lagi, beberapa bahan tersebut bahkan merupakan bahan penyebab kanker.

Selain dari menghirup asap rokok, bahaya asap rokok juga akan didapat Ibu melalui third-hand smoke. Perlu diketahui bahwa benda-benda yang digunakan sehari-sehari dapat terpapar asap rokok. Hal inilah yang dinamakan third-hand smoke. Banyak yang tidak menyadari bahaya dari barang yang terpapar asap rokok. Ibu sebaiknya tidak meremehkan barang-barang ini karena terdapat residu rokok yang menempel pada benda-benda tersebut. Misalnya pakaian dari suami atau kerabat yang bekerja, kursi atau meja yang digunakan saat merokok, tembok, dan karpet yang digunakan. Ibu perlu mengetahui bahwa residu yang menempel pada suatu benda dapat bertahan selama berbulan-bulan atau bahkan setahun.

Residu yang menempel pada benda dapat memasuki aliran darah Ibu lewat sentuhan, yakni saat Ibu menyentuh benda tersebut. Selain itu, residu juga bisa masuk lewat pernapasan, yakni saat ibu berada di dekat benda tersebut lalu menghirup residu yang menempel. Hal ini tentunya sangat berbahaya karena setelah residu memasuki aliran darah Ibu maka residu tersebut dapat juga masuk ke bayi yang sedang dikandung.

Penelitian menunjukkan bahwa residu yang menempel pada benda dapat mengakibatkan kerugian pada perkembangan paru-paru bayi yang dikandung. Buruknya perkembangan paru-paru bayi akan mengakibatkan masalah pernapasan di kemudian hari.

Baca juga: 6 Solusi Mencegah Autisme Sejak Masa Kehamilan

Bahaya Asap Rokok Bagi Ibu Hamil

Asap rokok sangat berbahaya bagi ibu hamil karena dapat memicu penyakit bagi ibu yang mengandung maupun bagi janinnya. Salah satu bahaya asap rokok bagi ibu hamil adalah anemia atau kekurangan sel darah merah.

Asap rokok dapat memicu anemia pada ibu hamil. Kadar asam folat dalam tubuh ibu hamil dapat berkurang jika terpapar asap rokok terlalu tinggi. Ibu hamil sangat membutuhkan asam folat selama masa kehamilan karena asam folat dan besi merupakan zat yang dibutuhkan dalam pembentukan hemoglobin. Pembentukan hemoglobin diperlukan agar ibu hamil tidak mengalami anemia.

Eritrosit mengandung Hb atau hemoglobin dan bertugas mengikat dan mengedarkan oksigen. Jika kadar Hb dalam tubuh Ibu rendah, maka dapat terjadi gangguan transportasi oksigen dan nutrisi dari Ibu ke janin. Gangguan ini nantinya akan menghambat pertumbuhan janin.

Baca juga: 5 Vaksin yang Dianjurkan untuk Ibu Hamil

Bahaya Asap Rokok Bagi Janin

Kenali 5 Bahaya Asap Rokok Bagi Ibu Hamil dan Calon Buah Hati, Suami juga Perlu Tahu! : Bahaya asap rokok bagi janin

Bahaya asap rokok tidak hanya dapat dirasakan oleh ibu hamil, namun juga oleh calon buah hati yang dikandungnya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa terdapat kotinin atau metabolit nikotin sebesar 2,6 ng/ml pada serum tali pusat janin ibu hamil yang tidak merokok tapi terpapar asap rokok. Berikut adalah beberapa bahaya yang diakibatkan oleh asap rokok pada calon buah hati Ibu:

  1. Adanya gangguan pada tali pusat dan plasenta

Zat berbahaya seperti nikotin dan karbon monoksida dapat mengganggu gangguan fungsi tali pusat dan plasenta. Asap rokok bisa mengakibatkan pengurangan jumlah aliran darah, oksigen, serta nutrisi untuk janin. Hal ini diakibatkan adanya nikotin dan CO atau karbon monoksida yang terhirup oleh ibu hamil lalu mengakibatkan pembuluh darah di tali pusat dan plasenta mengecil.

Plasenta yang menipis dapat meningkatkan risiko lepas sebelum waktunya yang nantinya mengakibatkan adanya peningkatan risiko kematian bayi. Selain itu, nikotin dan karbon monoksida yang terhirup juga dapat mengakibatkan pengentalan darah. Pengentalan darah diakibatkan oleh adanya kadar Hb yang terlalu tinggi.

  1. Adanya risiko cacat lahir

Selain mengganggu aliran darah, risiko cacat lahir sangat besar terjadi pada ibu hamil yang terpapar asap rokok, terutama pada trimester kedua karena merupakan fase penyempurnaan organ buah hati. Asap rokok yang terhirup dapat memasuki pembuluh darah lalu mengganggu pertumbuhan janin. Lebih parahnya, asap rokok ini juga dapat menyebabkan terjadinya mutasi gen di dalam tubuh ibu hamil sehingga terjadi kelainan kongenital atau kelainan bawaan pada bayi.

  1. Terjadinya bayi berat lahir rendah (BBLR)

Bahaya asap rokok bagi janin selanjutnya adalah terjadinya BBLR. Penelitian menunjukkan bahwa 1 dari 5 bayi yang dilahirkan oleh ibu hamil yang terpapar asap rokok memiliki berat badan yang rendah. Penelitian lain menunjukkan bahwa ibu hamil yang terpapar asap rokok dari suami yang mengonsumsi sekitar 11-20 batang per hari akan berisiko 4,06 kali memiliki bayi berat lahir rendah dibandingkan yang tidak sama sekali menghisap asap rokok. Risiko tersebut akan semakin meningkat jika rokok yang dikonsumsi suami berjumlah lebih dari 20 batang per harinya. Hal ini dapat terjadi karena adanya timbal yang berada dalam asap rokok.

Hipoksia atau kekurangan oksigen yang diderita bayi akibat dari zat CO dalam asap rokok yang terhisap Ibu juga dapat mengakibatkan penurunan aliran darah umbilikal. Penurunan aliran darah ini nantinya dapat berujung pada berat bayi lahir rendah. BBLR atau berat bayi lahir rendah adalah kondisi ketika bayi yang dilahirkan memiliki berat kurang dari 2,5 kg. Hal ini sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan anak hingga kematian. Terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan anak dapat mengakibatkan terjadinya penurunan kecerdasan.

  1. Sudden infant death syndrome (SIDS)

Bayi yang terpapar asap rokok setelah lahir dapat terkena SIDS (Sudden infant death syndrome) atau sindrom kematian mendadak. SIDS sendiri merupakan kematian mendadak tanpa penyebab yang terjadi pada bayi. SIDS dapat meningkat 3 kali lebih tinggi jika ibu hamil merokok.

  1. Bayi memiliki paru-paru yang lemah

Ibu yang terpapar asap rokok dapat memiliki kemungkinan melahirkan bayi yang memiliki paru-paru lebih lemah dibandingkan bayi pada umumnya. Lemahnya paru-paru akan berakibat buruk bagi kesehatan bayi karena hal ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Selain melalui ibu yang terpapar asap rokok, hal ini juga dapat terjadi jika bayi terpapar asap rokok.

Baca juga: Cara Menghitung Usia Kehamilan

Menciptakan Lingkungan Rumah Bebas Asap Rokok Bagi Ibu Hamil

Kenali 5 Bahaya Asap Rokok Bagi Ibu Hamil dan Calon Buah Hati, Suami juga Perlu Tahu! : Berhenti merokok

Kesehatan Ibu dan janin merupakan faktor-faktor penting kelangsungan suatu kehamilan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk menjaga Ibu dan calon buah hati tetap berada pada kesehatan yang baik, salah satunya dengan menjaga Ibu dari paparan asap rokok yang berbahaya.

Pada tahun 2015, Depkes menunjukkan bahwa sekitar separuh lebih atau 57% rumah tangga di Indonesia mempunyai paling sedikit satu orang perokok. Hampir semua atau 91,8% perokok merokok di rumah. Data ini menunjukkan bahwa perlu adanya upaya untuk membuat lingkungan bebas asap rokok yang dimulai dari lingkungan terdekat, yakni di rumah.

Berhenti merokok untuk menciptakan lingkungan yang menghindarkan ibu dari bahaya asap rokok memang tidak mudah, namun dapat dilakukan. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh suami atau kerabat yang ingin berhenti merokok di rumah untuk membantu menciptakan lingkungan yang bebas asap rokok:

  • Hindari hal-hal yang memicu untuk merokok

Hal yang memicu untuk merokok pada setiap orang berbeda-beda, salah satunya adalah stres. Kenali dan jauhi pemicunya agar dapat berhenti merokok.

  • Lakukan penundaan saat ingin merokok

Saat keinginan merokok muncul, tunggulah beberapa menit dan lakukan aktivitas yang lain agar keinginan merokok dapat terlupakan.

  • Mengunyah makanan

Kunyahlah permen rendah gula, wortel, atau biji bunga matahari saat keinginan merokok muncul.

  • Berolahraga

Berolahraga dapat membantu mengurangi keinginan untuk merokok.

  •  Beritahu rencana berhenti merokok pada keluarga dan teman

Beritahu keluarga dan teman mengenai keinginan untuk berhenti merokok agar mereka dapat membantu mengurangi keinginan merokok.

Bagi suami atau kerabat yang masih tidak mau berhenti merokok, dapat melakukan beberapa cara pencegahan masuknya asap rokok ke dalam lingkungan rumah dengan cara menggunakan pakaian khusus saat merokok, misalnya baju yang khusus digunakan saat merokok atau sweater. Saat suami atau kerabat akan merokok di luar rumah, maka ia diharuskan mengganti baju, kemudian saat akan kembali masuk ke dalam rumah, ia harus berganti pakaian dan langsung mencucinya. Cara ini akan meminimalisir residu rokok menempel pada pakaian karena pakaian yang digunakan untuk merokok langsung dipisahkan dari Ibu sehingga Ibu tidak menghirup residu rokok yang menempel pada pakaian suami atau kerabat.

Jika suami atau kerabat Ibu tidak merokok namun sering terpapar asap rokok di luar lingkungan rumah, sebaiknya juga segera mengganti pakaian yang dikenakan dan mandi begitu setibanya di rumah. Hal ini dilakukan untuk mencegah Ibu menghirup residu rokok yang menempel pada pakaian suami atau kerabat yang baru pulang dari aktivitas di lingkungan luar rumah.

Demikianlah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menciptakan lingkungan rumah bebas bahaya asap rokok bagi ibu hamil. Yuk segera bagikan artikel ini agar teman dan kerabat Ibu dapat mengetahui bahaya asap rokok. Siapa tahu artikel ini juga dapat menyadarkan teman atau keluarga yang masih merokok untuk segera berhenti. Jangan lupa download aplikasi Bukubumil di play store untuk terus memantau perkembangan si kecil.  

Referensi:

Astuti, Sri., A. I. Susanti., R. Elista. (2016). Gambaran Paparan Asap Rokok pada Ibu Hamil Berdasarkan Usia Kehamilan di Desa Cintamulya Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2 (1). 22-27. https://www.researchgate.net/publication/329648308_GAMBARAN_PAPARAN_ASAP_ROKOK_PADA_IBU_HAMIL_BERDASARKAN_USIA_KEHAMILAN_DI_DESA_CINTAMULYA_KECAMATAN_JATINANGOR_KABUPATEN_SUMEDANG

Ekawati, Rena., Supangat., Hairrudin. (2019). Hubungan Paparan Asap Rokok pada Ibu Hamil dengan Kematian Perinatal di Kabupaten Jember. Journal of Agromedicine and Medical Sciences, 5 (3). 141-147. https://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/99805/F.%20K_Jurnal_Hairuddin_Hubungan%20Paparan%20Asap%20Rokok%20pada%20Ibu%20Hami.pdf?sequence=1

Hanum, Hanifah., A. Wibowo. (2016). Pengaruh Paparan Asap Rokok Lingkungan pada Ibu Hamil terhadap Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah. Majority, 5 (5). 22-26. https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/918

Paunno, Magdalena., O. Emillia., A. Wahab. (2015). Pengaruh Ibu Hamil Perokok Pasif Terhadap Kejadian Lahir Mati di Kota Ambon. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 2 (3), 127-138. https://jurnal.ugm.ac.id/jkr/article/view/12647

Quitting smoking: 10 ways to resist tobacco cravings. Diakses pada Maret 1, 2023, dari https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/quit-smoking/in-depth/nicotine-craving/art-20045454

Second Hand Smoke and Pregnancy. Diakses pada Maret 1, 2023, dari https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/second-hand-smoke-and-pregnancy/

Setyowati, Rika., S. Rahayu. (2022). Hubungan Ibu Hamil Sebagai Perokok Pasif dengan Berat Badan Lahir Rendah. Jurnal Sains dan Kesehatan, 1 (2). 43-48. https://ejournal.poltekbaubau.ac.id/index.php/jsika

Smoking During Pregnancy. Diakses pada Maret 1, 2023, dari https://www.cdc.gov/tobacco/basic_information/health_effects/pregnancy/index.htm#:~:text=Smoking%20during%20pregnancy%20can%20cause,maternal%20smoking%20and%20cleft%20lip.&text=Studies%20also%20suggest%20a%20relationship%20between%20tobacco%20and%20miscarriage.

‘Thirdhand smoke’ poses danger to unborn babies’ lungs, study finds. Diakses pada Maret 1, 2023, dari https://www.sciencedaily.com/releases/2011/04/110419101231.htm

Related Posts

Comments

Stay Connected

spot_img

Recent Stories