Ibu Hamil Anemia? Intip 3 Resep Makanan Kaya Zat Besi Ini!

Komplikasi kehamilan, hemoglobin, ibu hamil berisiko, ibu hamil anemia, makanan kaya zat besi, sel darah merha, heme, non-heme, resep makanan, nutrisi kurang, vegetarian

Tahukah ibu bahwa kekurangan nutrisi paling umum di dunia adalah kekurangan nutrisi mikro zat besi, lho! Kondisi yang umum tak jarang menyumbangkan banyak ibu hamil anemia. Hmm, kira-kira kenapa ya? Dan bagaimana cara mengatasinya? Nah kali ini, kita akan coba membantu Ibu untuk mencegah atau jika perlu mengatasi anemia dengan daftar bahan dan resep makanan kaya zat besi yang recommended untuk Ibu. Yuk, kita babat habis penjelasannya pada artikel ini!

Apa itu Anemia?

Komplikasi kehamilan, hemoglobin, ibu hamil berisiko, ibu hamil anemia, makanan kaya zat besi, sel darah merha, heme, non-heme, resep makanan, nutrisi kurang, vegetarian

Anemia adalah kondisi medis di mana tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah sehat untuk mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Sel darah merah mengandung protein hemoglobin, yang mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh tubuh.

Anemia dapat dibagi menjadi 5 jenis berdasarkan penyebabnya, yaitu:

  1. Anemia defisiensi besi: terjadi akibat kurangnya asupan makanan kaya zat besi atau disebabkan masalah dalam penyerapan zat besi oleh tubuh,
  2. Anemia karena kekurangan vitamin: Tingkat rendah vitamin B12 atau asam folat dalam tubuh menyebabkan anemia makrositik (sel darah merah yang membesar) dan jumlah sel darah merah yang sedikit,
  3. Anemia aplastik: Jenis anemia yang terjadi ketika tubuh berhenti memproduksi jumlah sel darah merah yang cukup akibat infeksi virus, paparan bahan kimia beracun, penyakit autoimun, dan beberapa obat-obatan,
  4. Anemia hemolitik: Pecahnya sel darah merah yang tidak normal di dalam aliran darah atau limpa biasanya terkait dengan anemia sel sabit. Penyebab lainnya meliputi katup jantung buatan, infeksi, atau penyakit autoimun.
  5. Anemia karena penyakit kronis: Anemia akibat mengidap kanker, penyakit ginjal, penyakit hati, penyakit tiroid, dan RA (artritis reumatoid) karena dapat mengganggu produksi sel darah merah.

Gejala anemia bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Namun, beberapa gejala umum yang dapat muncul pada penderita anemia meliputi:

  1. Kelelahan dan lelah yang berlebihan bahkan dengan aktivitas ringan,
  2. Sesak napas atau sesak nafas yang tidak wajar saat melakukan aktivitas yang biasa-biasa saja,
  3. Pusing atau kepala terasa berat,
  4. Pucat pada kulit atau membran lendir seperti bibir dan gusi,
  5. Jantung berdebar lebih cepat dari biasanya,
  6. Sakit kepala,
  7. Kaki terasa dingin atau mati rasa,
  8. Nafsu makan menurun,
  9. Gangguan pada siklus menstruasi pada wanita, dan
  10. Sulit berkonsentrasi atau terasa mudah lupa.

Data menunjukkan bahwa jenis anemia yang paling umum terjadi adalah anemia akibat kekurangan zat besi, maka artikel ini akan fokus untuk membedah kasusnya pada ibu hamil.

Baca juga: 3 Tipe Umum Anemia atau Kadar Hb Rendah Yang Dialami Ibu Hamil

Mengapa Ibu Hamil Berisiko?

Komplikasi kehamilan, hemoglobin, ibu hamil berisiko, ibu hamil anemia, makanan kaya zat besi, sel darah merha, heme, non-heme, resep makanan, nutrisi kurang, vegetarian

Beberapa penyebab ibu hamil menjadi salah satu populasi yang berisiko mengalami anemia karena berpotensi mengalami kekurangan asupan nutrisi melalui makanan dan mengalami peningkatan kebutuhan zat besi selama kehamilan. Tak jarang, kejadian ibu hamil anemia pun bisa berlanjut sampai pasca melahirkan karena mengalami perdarahan saat persalinan.

Faktanya, tidak hanya anemia akibat kekurangan makanan kaya zat besi yang umumnya diderita ibu hamil, tetapi juga anemia akibat kekurangan asupan asam folat dan B12. Beberapa ibu hamil yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia yaitu ibu yang:

  1. Sedang hamil kembar (lebih dari satu anak)
  2. Memiliki riwayat dua kehamilan dengan jarak yang dekat (kurang dari 2 tahun)
  3. Sering muntah karena mual di pagi hari
  4. Ibu muda (usia kurang dari 20 tahun)
  5. Kurang asupan makanan
  6. Pernah mengalami anemia sebelum hamil

Baca juga: 9 Ciri-ciri Ibu Memiliki Kehamilan yang Sehat

Apa Dampak Anemia pada Ibu Hamil?

Komplikasi kehamilan, hemoglobin, ibu hamil berisiko, ibu hamil anemia, makanan kaya zat besi, sel darah merha, heme, non-heme, resep makanan, nutrisi kurang, vegetarian

Jika ada ibu hamil anemia di sekitar atau bahkan Ibu sendiri yang terdiagnosis, maka jangan pernah menyepelekan ya, Bu! Hal ini karena terdapat beberapa dampak mengerikan yang menunggu di depan mata jika tidak segera ditangani:

  1. Bayi dapat lahir prematur atau berat badan lahir rendah
  2. Ibu perlu menjalani transfusi darah (jika kehilangan jumlah darah yang signifikan selama persalinan)
  3. Ibu mengalami depresi pasca melahirkan
  4. Bayi dapat lahir dengan anemia
  5. Bayi tumbuh menjadi anak dengan keterlambatan perkembangan
  6. Bayi lahir dengan cacat bawaan serius pada tulang belakang atau otak (cacat tabung saraf)

Baca juga: 9 Komplikasi Kehamilan yang Wajib Ibu Tahu!

Bagaimana Cara Mengatasi Anemia saat Hamil?

Komplikasi kehamilan, hemoglobin, ibu hamil berisiko, ibu hamil anemia, makanan kaya zat besi, sel darah merha, heme, non-heme, resep makanan, nutrisi kurang, vegetarian

Diagnosis: 

Upaya diagnosis ibu hamil anemia dilakukan dengan melakukan tes darah yang meliputi:

  • Tes hemoglobin: Untuk mengukur jumlah hemoglobin atau protein yang kaya akan zat besi di dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan di dalam tubuh.
  • Tes hematokrit: Untuk mengukur persentase sel darah merah dalam sampel darah.

Jika Ibu memiliki tingkat hemoglobin atau hematokrit yang lebih rendah dari normal maka kemungkinan besar Ibu menderita anemia kekurangan zat besi. Namun, dokter bisa jadi menyarankan tes darah lainnya untuk menentukan apakah Ibu betul-betul menderita anemia akibat kekurangan zat besi atau penyebab lain serta pengulangan tes pada kehamilan di trimester berikutnya.

Pengobatan:

Dokter mungkin akan menyarankan Ibu hamil anemia untuk mulai mengkonsumsi suplemen zat besi dan/atau asam folat (sesuai jenis kekurangan nutrisinya) selain dari vitamin prenatal yang sudah dikonsumsi. Beberapa suplemen yang umumnya disarankan oleh dokter yaitu Suplemen Zinc, Vit E, dan asam folat.

Pencegahan: 

Untuk mencegah anemia selama kehamilan, Ibu disarankan untuk mendapatkan asupan nutrisi yang cukup khususnya zat besi. Makanan yang disarankan adalah makanan yang seimbang dengan lebih menitikberatkan pada makanan yang tinggi kadar zat besinya.

Baca juga: Prediksi Jenis Kelamin Bayi dari Hasil Tes Darah, Apa Bisa?

Tips Konsumsi Makanan Kaya Zat Besi Khusus Bumil

Komplikasi kehamilan, hemoglobin, ibu hamil berisiko, ibu hamil anemia, makanan kaya zat besi, sel darah merha, heme, non-heme, resep makanan, nutrisi kurang, vegetarian

Umumnya ibu hamil membutuhkan asupan zat besi sebanyak 27 mg per harinya. Sumbernya bisa beragam ya, Bu jadi tidak semua makanan kaya zat besi berasal dari produk hewani. Prinsipnya terdapat dua jenis zat besi yaitu

  1. Zat besi heme: berasal dari daging, ikan, dan sumber protein hewani lainnya. Umumnya dicerna lebih cepat oleh tubuh. Oleh karena itu, penyerapan nutrisinya bisa mencapai 30% zat besi dari pangan asli.
  2. Zat besi non-heme: berasal dari biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Umumnya lebih lambat dicerna oleh tubuh. Oleh karena itu, penyerapan nutrisinya hanya sekitar 2-10% zat besi dari pangan asli.

Tips penting untuk Ibu!

  • Untuk mengoptimalisasi penyerapan zat besi, hindarilah untuk mengkonsumsi suplemen kalsium berdekatan atau berbarengan dengan konsumsi makanan kaya zat besi.
  • Walau semua protein hewani mengandung zat besi heme, namun harus diperhatikan betul-betul cara pengolahannya ya, Bu! Hal ini karena ibu hamil juga perlu menghindari konsumsi daging dan ikan mentah, karena dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri, yang dapat menjadi sangat berbahaya selama kehamilan.
  • Khusus bagi Ibu hamil anemia yang juga vegetarian, maka perlu dipahami bahwa pola diet tersebut mengharuskan ibu untuk memenuhi asupan nutrisi zat besi yang lebih banyak. Hal ini karena kebanyakan nutrisi kaya zat besi yang cepat terserap bersumber dari produk hewani. Oleh karena itu, Ibu dapat mengakalinya dengan mengkonsumsi produk nabati kaya zat besi dengan frekuensi yang lebih sering. Perbanyak makanan yang kaya akan serat gandum dan vitamin C.

Baca juga: Yuk Intip 7 Contoh Makanan Sehat untuk Ibu Hamil!

Komplikasi kehamilan, hemoglobin, ibu hamil berisiko, ibu hamil anemia, makanan kaya zat besi, sel darah merha, heme, non-heme, resep makanan, nutrisi kurang, vegetarian

Berikut beberapa bahan pangan yang memiliki kadar zat besi tinggi yang bisa Ibu kreasikan di rumah ya!

Kategori MakananContoh Makanan
Daging dan TelurDaging sapi, tiram, kerang, udang, ayam, kalkun, ham, daging domba, telur, daging babi (untuk non muslim)
SayuranBayam, collard, chard, kale, tomat (kalengan atau segar), kacang polong hijau, brokoli, ubi, kacang hijau, daun seledri, daun bit
BuahStrawberry, semangka, kismis, kurma kering, buah ara, persik kering, aprikot kering, buah labu
Kacang-kacangan/ LegumKacang putih, kacang merah, kacang arab, kacang tanah, kacang mete, pistachios, biji labu
Roti/ Sereal/ PatiRoti gandum utuh, kentang panggang, sereal oat, sereal bran, tepung jagung, pasta atau nasi dengan tambahan zat besi (enriched)
LainnyaCokelat hitam
Tabel Bahan Makanan Kaya Zat Besi yang Aman untuk Ibu Hamil

Selain sumber pangannya, BukuBumil juga punya 3 rekomendasi resep spesial untuk mengolah bahan di atas, lho! Yuk catat baik-baik, Bu!

  1. Kari Vegan Buncis dengan Kelapa 
Komplikasi kehamilan, hemoglobin, ibu hamil berisiko, ibu hamil anemia, makanan kaya zat besi, sel darah merha, heme, non-heme, resep makanan, nutrisi kurang, vegetarian

Sumber foto: eatingwell.com

  • Pertama, panaskan minyak kelapa di dalam panci besar dengan api sedang.
  • Tumis bawang putih, bawang bombay dan jahe sampai harum selama sekitar 2-3 menit. 
  • Kemudian tambahkan garam, bubuk cabai, bubuk kunyit, dan kari bubuk. Aduk-aduk semua bahan hingga tercampur rata. 
  • Tambahkan kaldu sayuran, susu kelapa, dan kacang polong. Masukkan kacang-kacangan dan aduk kembali hingga tercampur rata. Biarkan semua bahan mendidih dan kecilkan api. 
  • Tambahkan garam dan merica sesuai selera dan masak selama sekitar 15 menit hingga semua bahan matang. 
  • Sajikan dengan nasi putih dan taburi dengan cilantro.
  1. Lasagna Ravioli Panggang
Komplikasi kehamilan, hemoglobin, ibu hamil berisiko, ibu hamil anemia, makanan kaya zat besi, sel darah merha, heme, non-heme, resep makanan, nutrisi kurang, vegetarian

Sumber foto: eatingwell.com

  • Pertama, siapkan bahan-bahannya seperti saus tomat, keju ricotta, keju parmesan, ravioli, bayam, bawang putih, garam, merica hitam, dan minyak zaitun. 
  • Setelah itu, panaskan oven dengan suhu 200 derajat celcius. Panaskan minyak zaitun dalam wajan besi, tumis bawang putih dan bayam hingga layu. 
  • Kemudian, tambahkan ravioli, saus tomat, dan air, aduk rata.
  • Tambahkan keju ricotta, garam, dan merica hitam secukupnya. Aduk rata dan taburi keju parmesan di atasnya. 
  • Panggang dalam oven selama 15-20 menit hingga matang dan keju meleleh. 
  • Sajikan skillet ravioli lasagna hangat bersama roti garlic (bawang putih) atau salad segar untuk menu makan malam yang lezat dan bergizi.
  1. Pasta Krim Lemon dengan Udang
Komplikasi kehamilan, hemoglobin, ibu hamil berisiko, ibu hamil anemia, makanan kaya zat besi, sel darah merha, heme, non-heme, resep makanan, nutrisi kurang, vegetarian

Sumber foto: eatingwell.com

  • Rebus pasta hingga al dente dan sisihkan. 
  • Kemudian tumis bawang putih dan udang dalam mentega hingga udang matang. 
  • Setelah itu, tambahkan jus lemon, krim kental, dan keju parmesan, aduk rata hingga semua bahan tercampur dengan baik. 
  • Masukkan pasta ke dalam panci saus dan aduk hingga tercampur rata.
  • Tambahkan sedikit air rebusan pasta jika saus terlalu kental.
  • Sajikan dengan potongan lemon dan daun parsley sebagai hiasan

Baca juga: Ini 13 Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil!

Ketika Ibu hamil, asupan nutrisi yang tepat sangat penting untuk menentukan kesehatan Ibu dan bayi. Untungnya, ada banyak makanan kaya zat besi di sekitar kita yang dapat membantu mencegah dan mengatasi anemia pada ibu hamil. Beberapa rekomendasi makanan bisa ibu coba selain resep yang sudah disampaikan di atas. Prinsipnya, kreasikan berbagai bahan makanan yang sudah dijelaskan dalam artikel sesuai dengan kemampuan. Pastikan seluruhnya proses Ibu lalui dengan gembira tanpa rasa terbebani ya, Bu! Semoga dengan artikel ini kejadian ibu hamil anemia bisa diantisipasi, Amin! Download aplikasi BukuBumil di aplikasi playstore untuk informasi dan panduan lainnya mengenai kesehatan ibu hamil dan nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan.

Referensi:

  1. Verywell Health. (2022, January 18). Anemia and Arthritis. https://www.verywellhealth.com/anemia-and-arthritis-189329
  2. WebMD. (2021, May 24). Understanding Anemia — the Basics. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-anemia-basics
  3. WebMD. (2021, June 14). Anemia in Pregnancy. https://www.webmd.com/baby/guide/anemia-in-pregnancy
  4. Verywell Family. (2021, November 10). Iron-Rich Foods to Battle Anemia in Pregnancy. https://www.verywellfamily.com/iron-rich-foods-to-battle-anemia-in-pregnancy-2757517
  5. American Pregnancy Association. (2021, September 8). Iron Rich Foods for Your Pregnancy. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/iron-rich-foods-for-your-pregnancy/
  6. EatingWell. (2021, August 12). Quick & Easy Dinner Recipes for Healthy Pregnancy. https://www.eatingwell.com/gallery/7922516/quick-easy-dinner-recipes-for-healthy-pregnancy/

Related Posts

Comments

Stay Connected

spot_img

Recent Stories