10 Cara Hadapi Stretch Mark saat Hamil

stretch mark saat hamil

Munculnya stretch mark di tubuh tidak jarang membuat sebagian besar wanita merasa tidak percaya diri. Apakah Ibu juga punya stretch mark? Jika ada guratan atau garis-garis yang berwarna merah, merah muda, ungu, atau coklat di tubuh Ibu, itulah yang familiar kita sebut dengan stretch mark. Secara teknis, guratan ini tidak berbahaya. Namun, penampilan stretch mark yang terkadang membentuk seperti loreng macan mungkin terlihat tidak estetik bagi yang memilikinya.

Meskipun kemunculannya tergolong biasa terjadi selama fase kehamilan, nyatanya guratan ini juga bisa muncul di fase manapun dalam kehidupan. Bahkan, beberapa Ibu memiliki guratan ini saat masih gadis. Ibu mungkin tidak menginginkan kehadirannya, tapi sebagaimana luka lainnya, kehadiran stretch mark tak pernah bisa diduga sebelumnya. Lagipula, siapa juga yang berharap memiliki luka? Penasaran, kenapa stretch mark bisa muncul dan bagaimana, sih, cara mengatasinya? Yuk, cari tahu penjelasan lengkapnya Bun!

Penyebab munculnya stretch mark saat hamil

9 dari 10 wanita hamil mengalami stretch mark atau striae gravidarum yang cenderung muncul selama trimester ketiga (sekitar bulan keenam dan ketujuh) kehamilan. Telah diidentifikasi beberapa faktor yang memengaruhi kemunculannya, yaitu:

·       Riwayat keluarga yang juga memiliki stretch mark (genetik),

·       Penambahan atau penurunan berat badan yang cepat,

·       Pertumbuhan otot yang cepat karena latihan beban, atau

·       Kelainan genetik tertentu seperti sindrom Cushing atau sindrom Marfan

Secara umum, penyebab di balik munculnya guratan ada dua. Pertama, ukuran tubuh yang berubah saat hamil menuntut kulit beradaptasi dengan pengembangan dan kontraksi. Namun, tubuh mengembang lebih cepat dan mendesak kulit melentur sebelum kulit siap menyesuaikan diri dengan perubahan. Inilah mengapa jaringan elastis di lapisan tengah kulit bisa robek. 

Penyebab kedua, terkait dengan peningkatan kadar hormon saat hamil. Hormon-hormon ini secara bersamaan menarik lebih banyak air ke dalam kulit dan membuat ikatan antara serat kolagen mengendur. Serat kolagen adalah protein yang diproduksi oleh sel tubuh untuk memberi kekuatan dan elastisitas kulit, dan membantu kulit beregenerasi sehingga kulit Ibu tetap halus dan lembap. Dengan robeknya jaringan elastis, muncullah guratan bekas luka yang bentuknya seperti loreng macan. Bekas luka terbentuk dari robekan inilah yang kita kenal sebagai stretch mark.

Bagian tubuh yang menjadi tempat kemunculan stretch mark

Sebetulnya stretch mark bisa juga muncul di bagian mana saja. Namun, bagian tubuh paling umum guratan bisa muncul selama kehamilan, yaitu bagian tubuh yang menyimpan lemak dalam jumlah banyak, di antaranya:

·      Perut,

·       Payudara,

·       Paha,

·       Pinggul,

·       Punggung bagian bawah,

·       Lengan bagian atas, dan

·       Bokong.

stretch mark saat hamil

Baca juga: Sebelum Promil, Lakukan 7 Persiapan Fisik Ini

Tahapan stretch mark selama kehamilan

Penampilan guratan dapat berubah seiring waktu berganti melalui beberapa tahap, yang digambarkan melalui penjelasan berikut ini:

Tahap 1: Tanda guratan awal berwarna merah muda (pink), dan mungkin disertai gatal. Kulit di sekitar guratan terlihat licin, rata, dan tipis.

Tahap 2: Secara bertahap, guratan akan makin panjang dan lebar, dan warnanya kemerahan atau keunguan

Tahap 3: Setelah guratan terbentuk sempurna, warna kemerahan atau keunguan akan hilang. Pada bulan-bulan setelah kehamilan, guratan akan mulai memudar dan menjadi putih pucat atau silver. Tampilan guratan mungkin akan sedikit tertekan, sehingga bentuk atau panjangnya jadi tidak beraturan.

stretch mark saat hamil

Bagaimana cara mencegah stretch mark?

Ada beberapa cara yang bisa Ibu lakukan  untuk mencegah muncul guratan saat kehamilan:

1.       Olahraga dan pola hidup sehat

Stretch mark bisa muncul ketika kulit cepat terkelupas karena penambahan atau penurunan berat badan yang cepat. Selain membantu mengontrol berat badan, melakukan olahraga rutin dapat membantu mencegah munculnya guratan dengan meningkatkan sirkulasi darah tubuh, sehingga kulit tetap elastis. Peningkatan sirkulasi ini juga mengurangi kemungkinan varises dan pergelangan kaki bengkak saat hamil.

2.       Menjaga kulit tetap lembap dengan krim atau minyak

Krim atau minyak dapat membantu mencegah guratan dengan meningkatkan elastisitas kulit sehingga tidak gampang robek akibat peregangan selama kehamilan. Di samping itu, juga bisa mengurangi gatal atau kulit kering. Setiap habis mandi, oleskan produk krim atau minyak agar mendapat hasil yang optimal. Contoh produk krim atau minyak yang bisa jadi pertimbangan: Bio Oil, Mama’s choice stretch mark serum, Vienna cream, atau Sebamed. 

3.       Menjaga kulit tetap terhidrasi

Cara paling mudah menjaga kulit tetap terhidrasi dan lembut adalah mengonsumsi cukup air. Kulit yang terhidrasi akan terasa lebih lembut sehingga lebih elastis dibandingkan kulit kering yang kaku. Tapi, ini bukan hal yang mudah juga, karena beberapa orang lebih menyukai minuman yang ada rasanya dibanding air yang cenderung tawar. 

Institute of Medicine merekomendasi konsumsi air harian untuk wanita (baik yang hamil maupun tidak) sekitar 2,12 L. Ini selaras dengan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan RI, khusus untuk ibu hamil paling tidak meminum sebanyak 8 gelas atau sekitar 2,1 liter air setiap harinya. Selain konsumsi air, para peneliti juga telah menemukan bahwa produk yang mengandung centella atau asam hialuronat dapat membantu mencegah guratan.

4.       Kurangi konsumsi kafein

Minuman berkafein, seperti kopi, dapat meningkatkan risiko munculnya guratan. Jika Ibu ingin minum kopi, pastikan untuk banyak minum air, teh herbal, atau cairan bebas kafein lainnya untuk menyeimbangkan asupan cairan.

5.       Makan makanan yang kaya nutrisi

Stretch mark juga bisa muncul saat Ibu kekurangan nutrisi. Makanan yang meningkatkan kesehatan kulit dapat membantu mencegah munculnya stretch mark, seperti makanan yang kaya akan:

  •  Vitamin C

Vitamin C merupakan nutrisi penting untuk perkembangan kolagen, yang berperan dalam menjaga kulit tetap kuat dan elastis. Tidak hanya membantu mengurangi munculnya kerutan, tapi juga penting untuk mencegah guratan. Vitamin C dapat ditemukan di buah dan sayuran. Buah jeruk dan lemon merupakan sumber vitamin C yang sangat baik.

  •   Vitamin D

Hasil penelitian dari suatu studi menunjukkan bahwa mempertahankan kadar vitamin D yang sehat dapat mengurangi risiko guratan. Cara paling mudah untuk mendapatkan vitamin D ialah melalui paparan sinar matahari. Vitamin juga bisa ditambahkan ke roti, sereal, dan produk susu seperti susu atau yogurt.

  • Vitamin E

Beberapa terapis menyarankan untuk mengonsumsi kapsul vitamin E atau mengoleskan minyak vitamin E pada stretch mark. Vitamin E adalah antioksidan yang digunakan dalam banyak krim kulit, termasuk krim stretch mark. Namun, kapsul vitamin E mungkin tidak aman dikonsumsi saat hamil. Konsultasikan dengan bidan, dokter, atau apoteker sebelum Ibu mengonsumsi suplemen vitamin apa pun.

  •  Zinc

Zinc merupakan nutrisi penting untuk kesehatan kulit, membantu mengurangi peradangan, dan berperan dalam proses penyembuhan luka. Memasukkan makanan kaya zinc dalam makanan Ibu, seperti kacang-kacangan dan ikan, dapat membantu menjaga kesehatan kulit. 

6.       Obati stretch mark sejak saat baru muncul

Ada penelitian menunjukkan baik pada minyak almond, cocoa butter, minyak zaitun, maupun vitamin E tidak dapat mencegah stretch mark. Ibu mungkin tidak dapat sepenuhnya mencegah guratan pada kulit, tapi dapat berusaha untuk meminimalkan tampilannya sehingga tidak terlalu terlihat dalam jangka panjang.

Baca juga: 7 KB Alami Kalau Tidak Cocok Kontrasepsi

Cara menghilangkan stretch mark yang sudah terlanjur muncul

Seperti bekas luka lainnya, stretch mark bersifat permanen. Namun, perawatan berikut ini dapat membuatnya samar dan membantu meringankan gatal:

1.       Krim retinoid

Krim retinoid adalah obat topikal yang berasal dari vitamin A. Kulit Ibu mungkin membaik setelah mengoleskan retinoid, terutama jika guratan masih baru muncul. Krim membantu menyusun kolagen di kulit Ibu dan membuat bekasnya lebih terlihat membaur dengan bagian kulit lainnya. Namun, sebagian besar dokter setuju bahwa retinoid topikal tidak boleh digunakan selama kehamilan atau saat menyusui karena rasio risiko-manfaatnya masih dipertanyakan.

2.       Terapi laser

Terapi laser adalah pilihan lain untuk mengurangi guratan. Laser dapat membantu merangsang pertumbuhan kolagen atau elastin di kulit Ibu. American Society for Dermatologic Surgery mengatakan terapi laser atau cahaya dapat membuat stretch mark tersamarkan. Laser atau cahaya memicu perubahan kulit yang membantu stretch mark berbaur dengan warna kulit sekitarnya.

Penelitian menunjukkan bahwa ini paling efektif untuk warna kulit netral. Namun, sudah rahasia umum bahwa perawatan laser membutuhkan biaya yang cukup besar. Butuh 20 sesi untuk melihat hasilnya.

3.       Asam glikolat

Krim asam glikolat dan pengelupasan kimia adalah perawatan lain untuk stretch mark. Tapi ada keterbatasan dari perawatan ini, yaitu mampu membantu mengurangi guratan yang sudah ada, tetapi tidak mencegah terbentuknya yang baru.

4.       Hyaluronic acid/Asam hialuronat

Menurut penelitian, penggunaan gel dengan asam hialuronat dan ekstrak bawang merah menunjukkan efek memudarkan guratan dalam 12 minggu pemakaian rutin.

Di antara sekian opsi demi misi agar stretch mark tersamarkan, prosesnya jelas tidak mudah dan perawatan di atas mungkin memerlukan biaya yang cukup besar tergantung perawatan apa yang dipilih. Perkiraan biaya yang perlu Ibu keluarkan berkisar mulai ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Ibu bisa berkonsultasi terkait perawatan yang diinginkan kepada dokter, menyesuaikan dengan kesanggupan finansial.

Walaupun hingga kini, secara ilmiah, tidak ada produk yang terbukti berhasil menghilangkan stretch mark 100 persen, tapi tidak menutup kemungkinan untuk memudar seiring berjalannya waktu. Penampilan guratan yang tidak estetik ini mungkin bisa membuat Ibu kurang percaya diri, tetapi Ibu tidak perlu malu. Memiliki guratan saat kehamilan, berarti sebuah tanda keibuan: Ibu telah berhasil menjadi seorang Ibu. Ibu hanya perlu mempercayai diri sendiri, dan yakin bahwa guratan itu akan lekas memudar dengan melakukan upaya pencegahan dalam artikel ini secara rutin.

Semoga artikel ini bisa membantu Ibu mengatasi guratan dan membantu Ibu lebih percaya diri. Ibu juga bisa berbagi kepada Ibu lainnya agar sama-sama menguatkan satu sama lain. Semangat, Ibu!

Baca juga: 11 Ide Nama Bayi Jawa Yang Unik dan Spesial

Referensi: