Ini 4 Tanda-tanda Ovulasi! Nomor 2 Susah Dikenali

tanda-tanda ovulasi

Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur yang matang dari ovarium. Setelah dilepaskan, sel telur akan menuju salah satu organ reproduksi wanita, yaitu tuba fallopi, di mana sel telur dapat dibuahi. Sperma dapat hidup di dalam saluran reproduksi wanita selama lima hari setelah hubungan seksual, sehingga Ibu dapat meningkatkan peluang hamil ketika sperma hidup di saluran tuba selama ovulasi. Lalu, apa saja tanda-tanda dari munculnya ovulasi? Kapan waktu ovulasi terjadi? Yuk, simak artikel di bawah ini!

Tanda-tanda Ovulasi

Tanda-tanda Ovulasi
Tanda-tanda Ovulasi

Tanda-tanda ovulasi dapat dilihat dari beberapa hal, seperti:

  1. Periode menstruasi 

Ovulasi biasanya muncul sekitar 10-16 hari sebelum periode menstruasi dimulai sehingga Ibu dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk merencanakan kehamilan.

  1. Lendir serviks 
Tanda-tanda Ovulasi: Lendir Serviks
Tanda-tanda Ovulasi: Lendir Serviks

Tepat sebelum ovulasi, Ibu dapat melihat peningkatan cairan vagina yang jernih, basah, dan melar seperti ingus sedangkan tepat setelah ovulasi cairan vagina akan berkurang dan menjadi lebih kental, keruh, dan kurang terlihat.

  1. Suhu tubuh 

Suhu tubuh basal (35,5-36 derajat celcius) atau suhu terendah yang dicapai oleh tubuh saat istirahat akan meningkat kurang lebih 0,3 derajat celcius selama ovulasi. Ibu akan paling subur selama 2-3 hari sebelum suhu tubuh naik. 

  1. Alat prediktor ovulasi 

Banyak wanita menggunakan alat prediksi ovulasi untuk mengidentifikasi tanggal ovulasi 12-24 jam sebelumnya dengan melihat kadar hormon LH, yaitu hormon yang membantu tubuh memicu ovulasi. Namun, Ibu perlu melakukan tes ini dengan benar agar hasilnya akurat. 

Hal yang harus Ibu lakukan saat menggunakan alat prediktor ovulasi adalah buang air kecil di tempat penampung yang telah disediakan dan menunggu tanda alat menunjukkan apakah Ibu sedang berovulasi atau tidak.

Selain tanda-tanda di atas, terdapat beberapa tanda ovulasi yang mungkin dialami pada beberapa Ibu, yaitu:

  1. Bercak berwarna cerah
  2. Sedikit kram atau sakit di salah satu sisi panggul
  3. Payudara nyeri
  4. Perut kembung
  5. Meningkatnya hasrat melakukan hubungan seksual
  6. Semakin peka terhadap bau, rasa, dan cahaya

Awalnya, mendeteksi tanda ovulasi adalah hal yang sulit dilakukan, tetapi seiring waktu Ibu dapat mengetahui tanda ovulasi dengan mudah. Jadi, Ibu cukup memerhatikannya dengan hati-hati.

Baca juga 4 Hal tentang Keputihan Saat Hamil 

Waktu Terjadinya Ovulasi

Kapan ovulasi biasanya terjadi? Dalam siklus menstruasi rata-rata 28 hari, ovulasi biasanya terjadi sekitar 14 hari sebelum dimulai periode menstruasi berikutnya. Untuk Ibu yang tidak memiliki siklus menstruasi 28 hari yang sempurna, Ibu dapat menentukan panjang dan titik tengah siklus tersebut dengan membuat kalender menstruasi.

Telur dapat dibuahi antara 12 dan 24 jam setelah ovulasi. Untuk waktu spesifik yang dibutuhkan ovarium melepaskan sel telur dan menempel di tuba fallopi bervariasi, tetapi terjadi 12-24 jam setelah lonjakan hormon LH.

Baca juga Usia Kehamilan di USG dan Perhitungan Hari Pertama Haid Terakhir

Hal-hal yang Harus Dilakukan Saat Ovulasi

Setelah mengetahui tanda-tanda ovulasi, Ibu dapat melakukan hal-hal berikut untuk meningkatkan peluang hamil:

  1. Melakukan hubungan seksual secara teratur

Peluang Ibu untuk hamil akan semakin meningkat jika melakukan hubungan seksual setiap hari atau dua hari sekali.

  1. Melakukan hubungan seksual saat mendekati ovulasi

Jika Ibu tidak memungkinkan melakukan seks setiap hari, maka lakukan 2-3 hari per minggu pada akhir periode menstruasi. Masa tersebut adalah masa paling subur.

  1. Menjaga berat badan

Kelebihan dan kekurangan berat badan dapat meningkatkan peluang kelainan ovulasi.

Hal-hal yang Harus Dihindari Untuk Meningkatkan Peluang Ibu Hamil

Untuk meningkatkan peluang Ibu hamil, hindarilah hal-hal berikut:

Hal yang Harus Dihindari Untuk Meningkatkan Peluang Hamil
Hal yang Harus Dihindari Untuk Meningkatkan Peluang Hamil
  1. Merokok

Tembakau memiliki banyak efek negatif pada kesuburan dan juga kesehatan janin. Jika Ibu merokok, mintalah bantuan penyedia layanan kesehatan terdekat untuk mengikuti program berhenti merokok atau hubungi layanan bebas biaya Quit Line Berhenti Merokok yang disediakan Kementerian Kesehatan RI melalui nomor telepon 0-800-177-6565.

  1. Alkohol

Minum alkohol dapat menyebabkan penurunan kesuburan. Oleh karena itu, hindarilah mengonsumsi alkohol jika Ibu sedang merencanakan kehamilan.

  1. Kafein

Batasi konsumsi kafein. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein lebih dari 200 mg sehari dapat berpengaruh pada kesuburan. Oleh karena itu, hindarilah mengonsumsi 1-2 cangkir kopi (170-226 gram) sehari.

  1. Olahraga berlebihan

Olahraga berat dan intens lebih dari lima jam seminggu dapat mengakibatkan penurunan kesuburan. Hal tersebut dikarenakan olahraga yang berlebihan dapat mengurangi produksi hormon progesteron dan menghambat ovulasi. Penurunan kadar hormon tersebut mengakibatkan pembuahan tidak terjadi.

  1. Narkoba

Menggunakan obat-obatan terlarang dapat menyebabkan masalah serius. Jenis obat ini dapat membuat kecanduan, meningkatkan risiko keguguran, dan berat badan lahir rendah. Bahkan, obat resep legal juga dapat membahayakan calon bayi Ibu. Oleh karena itu, beritahu dokter tentang obat apa saja yang Ibu minum, agar mendapat arahan untuk beralih ke obat lain atau harus berhenti untuk menjaga kehamilan Ibu.

  1. Bahan kimia dan zat beracun

Zat beracun di lingkungan kerja maupun rumah dapat merusak sistem reproduksi dan membuat Ibu sulit hamil. Contoh zat beracun, seperti timbal, merkuri, pestisida, pelarut, radiasi, dan kotoran kucing atau hewan pengerat (hamster, kelinci, tikus).

Setelah membaca artikel di atas, diharapkan Ibu dapat memahami tanda-tanda ovulasi, hal apa yang harus Ibu lakukan, dan hal yang harus dihindari saat ovulasi. Yuk, bagikan artikel ini dengan ibu hamil lainnya!

Referensi: